Pernikahan Putri Bang Hasbullah: Menyatukan Keluarga Besar Tokoh Depok, Dihadiri Tokoh Lintas Wilayah hingga Menteri, Ini Pesan KDM

5 min read

DEPOK,SWARAJABAR.ID – Danar Juliansyah dan Lula Kamelia Fitriana, SH resmi mengikat janji suci pernikahan dalam pesta pernikahan megah dan penuh haru yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Duta RajaGas, Jalan Raya Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Sabtu (06/06/2026). Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua keluarga besar yang sangat dihormati dan memiliki sejarah panjang dalam membangun masyarakat Kota Depok.

Lula Kamelia Fitriana merupakan putri pertama dari HM. Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum – yang akrab disapa Bang Has. Bang Has dikenal sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Daerah Pemilihan Depok–Bekasi. Keistimewaan Lula kian lengkap karena ia juga merupakan cucu dari tokoh masyarakat Kota Depok yang sangat disegani, H. Yahman Setiawan. Kehadiran dan kebahagiaan keluarga besar H. Yahman Setiawan menjadi warna tersendiri dalam acara ini, mengingat nama besar beliau yang senantiasa diingat jasanya bagi kemajuan Depok.

Sementara itu, dari pihak pengantin pria, Danar Juliansyah juga datang dari keluarga terpandang. Ia adalah cucu dari tokoh masyarakat Kecamatan Sukmajaya, Almarhum H. Usman HS, seorang figur yang memiliki peran besar dalam dinamika sosial dan kemasyarakatan di wilayah tersebut. Dalam acara sakral ini, peran dan kehadiran keluarga besar Almarhum H. Usman HS diwakili oleh tokoh masyarakat Kota Depok yang tak lain adalah H. Sarmili atau yang akrab disapa Kong Dewa. Kehadiran Kong Dewa menegaskan eratnya ikatan historis dan kekeluargaan yang dibangun kedua belah pihak.

Acara ini pun menjadi ajang silaturahmi terbesar, di mana seluruh tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Depok turut hadir memenuhi ruangan, memberikan doa restu dan kebahagiaan bagi kedua mempelai. Mulai dari tokoh pemuda yang merupakan sahabat dekat kedua mempelai, pemuka agama, hingga para sesepuh kota, semuanya berkumpul menyaksikan penyatuan dua keluarga besar ini.

Tak hanya tokoh Depok, gelaran ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, yang merupakan basis daerah pemilihan dan wilayah kerja politik Bang Has selama ini. Kehadiran mereka menandakan kedekatan dan hubungan kerja sama yang erat antara Bang Has dengan para pemangku kebijakan di kedua wilayah tersebut.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh penting, pejabat tinggi negara, pemerintahan daerah, hingga publik figur tanah air. Di antaranya Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, Wali Kota Depok, Supian Suri, Menteri Zulkifli Hasan, Wamen Bima Arya, serta jajaran pejabat Pemprov Jawa Barat, Pemkot Depok, unsur TNI/Polri, dan Forkopimda setempat. Turut memeriahkan hadir sejumlah nama besar seperti artis Ayu Ting Ting, politisi Eko Patrio, Desi Ratnasari, dan berbagai tokoh publik lainnya.

Momen paling berkesan terjadi saat prosesi akad nikah berlangsung. Suasana menjadi sangat khidmat diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh ruangan. Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi didapuk menjadi saksi dari pihak calon pengantin wanita. Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, bertindak sebagai saksi dari pihak calon pengantin pria. Kehadiran dua pemimpin daerah ini menjadi kehormatan tersendiri bagi kedua mempelai dan keluarga besar.

Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Kang Dedi Mulyadi mengawali dengan menyoroti makna tanggal pernikahan yang jatuh pada 6 bulan 6 tahun 2026. Menurutnya, tanggal ini bukan sembarang angka, melainkan momen istimewa yang diakui luas.

“Tanggal 6 bulan 6 tahun 2026 ini adalah hari pernikahan sedunia. Karena di hari ini saya menjadi saksi di 4 pernikahan berbeda. Artinya, tanggal ini dianggap tanggal yang sangat istimewa. Semoga keistimewaan tanggalnya juga diikuti dengan keistimewaan rumah tangga yang dibangun Mas Danar dan Mbak Lula,” ungkap Kang Dedi di hadapan tamu undangan.

Pada inti sambutannya, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mendalam bertajuk “Melahirkan Anak Istimewa, Melahirkan Rezeki Istimewa”. Ia menuturkan, pernikahan adalah sebuah perjalanan yang memiliki dua sisi: kebahagiaan dan kesedihan, terutama bagi orang tua yang melepas anaknya, sebagaimana yang dirasakan Bang Has hari ini.

“Hadirin sekalian, ada satu ungkapan yang benar adanya: ‘Melahirkan anak-anak yang istimewa, berarti melahirkan pula rezeki yang istimewa.’ Hal inilah yang menjadi poin paling penting dari pertemuan bahagia kita hari ini,” ujarnya.

Kang Dedi menyinggung perasaan seorang ayah, khususnya sosok HM. Hasbullah Rahmad atau Bang Has, yang hari ini harus melepas putri tercintanya. Bagi seorang ayah, lanjutnya, anak perempuan adalah separuh nyawa.

“Saya selalu berpesan, dalam pernikahan itu ada kebahagiaannya, tapi ada juga sisi kesedihannya. Kesedihan yang paling dalam bagi seorang ayah itu muncul manakala harus melepas anak perempuannya. Kenapa? Karena bagi seorang ayah, anak perempuan adalah bagian dari nyawanya sendiri. Sejak ia dilahirkan, ia selalu dimanja, segala keinginannya selalu diikuti. Seorang ayah rasanya tak pernah berani membentak atau marah kepadanya,” urai Kang Dedi dengan nada haru.

Ia kemudian melanjutkan, bahwa kepergian anak perempuan untuk dibawa suami ibarat kehilangan separuh jiwa. Namun dalam kasus Lula dan Danar, rasa kehilangan itu terganti karena dibawa oleh laki-laki yang tepat dan bertanggung jawab.

“Dan Alhamdulillah, hari ini putri beliau dibawa pergi oleh laki-laki yang hebat. Saya melihat Danar adalah sosok yang mencintai si Teteh—panggilan akrab Lula—dengan penuh cinta, penuh rasa, dan penuh keikhlasan. Percayalah, melepas kepergian anak perempuan itu rasanya seperti kehilangan separuh nyawa. Ada ruang kosong yang tertinggal di hati seorang ayah,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Kang Dedi Mulyadi berdoa agar rasa kehilangan yang dirasakan Bang Has dan Ibu Lusiana segera diganti dengan kebahagiaan berlipat ganda. Ia juga berpesan kepada kedua mempelai untuk senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga dan melanjutkan jejak kebaikan para pendahulu keluarga mereka.

“Semoga rasa kehilangan seorang ayah ini segera diganti dengan kebahagiaan yang berlipat ganda. Semoga rasa sedih ini terhapus oleh kebahagiaan melihat putri kami hidup bahagia, dicintai, dan hidup berkecukupan,” doanya.

“Selamat menempuh hidup baru Mas Danar dan Mbak Lula. Mulailah lembaran kehidupan dalam suasana yang baru, penuh berkah, dan penuh kasih sayang. Semoga cinta kalian berdua selalu baru, selalu mekar, dan senantiasa terbarukan dari waktu ke waktu hingga akhir hayat,” pungkas Kang Dedi Mulyadi disambut tepuk tangan meriah seluruh tamu undangan.

Acara pernikahan ini pun berlangsung dengan lancar, sakral, dan penuh kehangatan, menjadi bukti nyata eratnya silaturahmi antara tokoh pemerintahan, masyarakat, dan publik figur lintas wilayah Depok dan Bekasi.(Bro)

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours