Hj. Tita Komala Dorong Gemar Makan Ikan, Program “Siap Bugarkan” Jadi Andalan Cegah Stunting di Bekasi

4 min read

BEKASI, Swarajabar.id – Di tengah gencarnya upaya menekan angka stunting, sosok Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, S.Pd., muncul sebagai penggerak utama di tingkat bawah. Lewat program unggulan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi bertajuk “Siap Bugarkan”, ia mengajak seluruh warganya, khususnya ibu hamil dan balita, untuk menjadikan ikan sebagai menu wajib harian.

Bersama Plt. Kepala Dinas Perikanan, Hj. Nayu Kulsum, Hj. Tita Komala memimpin langsung sosialisasi di Aula Desa Kedungwaringin, Selasa (21/7/2026). Dengan semangat kebersamaan, ia menegaskan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil di dapur.

Kenapa Program Ini Penting?

Bayangkan, produksi ikan di Bekasi tembus Rp99,75 miliar per tahun dengan komoditas unggulan seperti mujair, lele, dan patin. Tapi sayangnya, kebiasaan makan ikan masyarakat Bekasi masih tergolong rendah: hanya 50,79 kilogram per kapita per tahun. Angka ini masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat dan nasional.

Ironis, bukan? Di satu sisi, ikan melimpah. Di sisi lain, masyarakat belum terbiasa menjadikannya menu sehari-hari. Padahal, ikan adalah sumber protein hewani yang murah, bergizi, dan mudah diolah. Dari sinilah “Siap Bugarkan” lahir.

Peran Kunci Hj. Tita Komala: Dari Meja Desa ke Meja Makan Warga

Bukan sekadar hadir sebagai tamu, Hj. Tita Komala benar-benar turun tangan menggerakkan warganya. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kampanye ini bukan seremonial belaka, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang harus dibudayakan.

“Program ini sangat bagus karena memberikan edukasi tentang pentingnya gemar makan ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi dan budaya konsumsi ikan semakin diterima,” ujar Hj. Tita penuh semangat.

Baginya, konsumsi ikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan lokal. Dengan kata lain, sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui: stunting ditekan, ekonomi desa bergerak, dan ketahanan pangan terjaga.

Tiga Sasaran Besar “Siap Bugarkan” yang Didukung Penuh Hj. Tita

Plt. Kepala Dinas Perikanan, Hj. Nayu Kulsum, menjelaskan bahwa program ini punya 3 sasaran besar yang sejalan dengan visi Hj. Tita untuk Desa Kedungwaringin:

1. Untuk masyarakat – Meningkatkan asupan gizi dan mendukung percepatan penurunan stunting. Ikan kaya akan omega-3, DHA, dan protein yang sangat dibutuhkan tumbuh kembang anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
2. Untuk pelaku usaha – Membuka pasar lebih luas, menaikkan nilai jual produk perikanan, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pembudidaya ikan lokal.
3. Untuk pemerintah daerah – Menjadi jembatan kolaborasi lintas sektor (kesehatan, perikanan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat) demi mewujudkan Bekasi yang sehat dan sejahtera.

Kenapa Ikan Jadi “Senjata” Ampuh Lawan Stunting?

Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Ini adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Ikan adalah solusi nyata karena:

· Mudah dicerna dan diserap tubuh.
· Harganya terjangkau dibandingkan daging sapi atau ayam.
· Tersedia melimpah sepanjang tahun.

Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, sangat mendukung penuh. Menurutnya, edukasi ini tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan remaja putri.

Inspirasi Kolaborasi: Pemerintah, Desa, dan Masyarakat Bersatu

Yang membuat program ini istimewa adalah kolaborasinya. Pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat duduk bersama membahas bagaimana menjadikan ikan sebagai “primadona” meja makan. Di Desa Kedungwaringin, antusiasme warga terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang hadir dan bertanya seputar olahan ikan yang praktis, bergizi, dan lezat.

Bayangkan jika setiap desa di Kabupaten Bekasi meniru semangat yang digaungkan Hj. Tita. Ketahanan pangan terjaga, stunting bisa ditekan drastis, dan perekonomian lokal pun berputar. Itulah mimpi besar yang diusung “Siap Bugarkan”.

Yuk, Mulai dari Sekarang!

Aksi nyata yang bisa kita lakukan:

· Jadikan ikan menu wajib minimal 2-3 kali seminggu.
· Eksplor olahan ikan yang variatif (pepes, nugget, kerupuk, atau sate) agar anak-anak juga doyan.
· Dukung produk perikanan lokal dengan membeli dari tetangga atau pasar tradisional terdekat.

Ingat, setiap suapan ikan adalah investasi untuk generasi cerdas, sehat, dan kuat. Program “Siap Bugarkan” mengingatkan kita bahwa sehat itu bisa dimulai dari piring kita sendiri.

“Mari bersama wujudkan Bekasi yang bebas stunting, berdaya saing, dan berbudaya makan ikan!”pungkas Hj Tita Komalasari.
(Swarajabar.id)

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours