Kisah Inspiratif Ishak Juarsah: Dari Membantu Istri Berjualan Sayur Hingga Terpilih Menjadi Anggota BPD Desa Jatibaru

3 min read

Kabupaten Bekasi — Perjalanan hidup penuh perjuangan dan ketulusan mengantarkan Ishak Juarsah bin Rusdi, yang akrab disapa Ucok, meraih kepercayaan masyarakat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terpilih dari keterwakilan Dusun 1 Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Di balik keberhasilannya meraih suara terbanyak pada pemilihan yang berlangsung Minggu (24/5/2026), tersimpan kisah inspiratif tentang keteguhan hati, perjuangan keluarga, dan keyakinan untuk bangkit di tengah keterbatasan hidup.

Sosok Ishak Juarsah dikenal masyarakat sebagai pribadi sederhana dan pekerja keras. Sebelum mencalonkan diri sebagai anggota BPD, kesehariannya dihabiskan membantu sang istri berjualan sayuran demi menopang kebutuhan keluarga. Bahkan, tanpa rasa gengsi, ia turut membersihkan dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga untuk membantu istrinya.

Namun ujian hidup datang silih berganti. Beberapa waktu setelah Lebaran, sang istri jatuh sakit dan hingga kini masih dalam proses pemulihan. Di tengah kondisi tersebut, Ishak tetap berusaha tegar menjalani kehidupan bersama keluarga besarnya.

“Kalau diceritakan perjuangannya, memang luar biasa. Setelah Lebaran istri saya sakit sampai sekarang belum sembuh. Saya berjuang bersama adik dan teteh saya yang banyak memberi dukungan serta membantu modal semangat,” ungkap Ishak dengan mata berkaca-kaca.

Keinginan untuk maju sebagai calon anggota BPD lahir dari kesadaran dan dorongan pribadi. Di usia yang menginjak 58 tahun, ia merasa harus mulai berdiri di atas kaki sendiri dan mencari jalan pengabdian lain bagi masyarakat.

Menurutnya, usia kerap menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan, meskipun wilayah Desa Jatibaru berada di kawasan yang dikelilingi berbagai industri.

“Usia saya sudah 58 tahun. Rasanya sudah tidak memungkinkan lagi bekerja di perusahaan. Karena itu saya ingin tetap berjuang dan bermanfaat untuk masyarakat dengan jalan pengabdian,” tuturnya.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Ishak mengaku maju tanpa kekuatan besar maupun dukungan materi berlebih. Ia hanya mengandalkan niat, doa, dukungan keluarga, dan kepercayaan masyarakat.

Perjalanan politiknya pun tidak selalu mudah. Di awal pencalonan, tidak sedikit pihak yang memandang sebelah mata dan meragukan kemampuannya. Namun Ishak memilih menjawab keraguan tersebut dengan kerja nyata, pendekatan yang tulus kepada warga, serta komitmen untuk mendengar aspirasi masyarakat kecil.

Dukungan masyarakat perlahan mengalir. Kesederhanaan, ketulusan, dan kedekatannya dengan warga menjadi kekuatan utama yang akhirnya mengantarkannya meraih suara terbanyak dan dipercaya menjadi anggota BPD Desa Jatibaru keterwakilan Dusun 1.

Usai dinyatakan terpilih, Ishak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh warga yang telah memberikan amanah kepadanya.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung saya hingga berhasil terpilih. Semoga ke depan saya bisa amanah, mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, menerima setiap aspirasi, dan memperjuangkannya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya penuh haru.

Kisah Ishak Juarsah menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan, ketulusan, dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Dari seorang suami yang setia membantu istrinya berjualan sayur, menghadapi ujian keluarga, hingga akhirnya dipercaya masyarakat menjadi wakil mereka di BPD, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat lahir dari kesederhanaan dan keteguhan hati.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pesan moral bahwa dalam demokrasi desa, ketulusan dan kedekatan dengan masyarakat sering kali lebih bermakna dibanding kekuatan materi maupun popularitas semata.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours