Warisan Keluarga Perintis AKPOL, Sosok RM Agus Rugiharto SH (Agus Flores): Berkarya untuk Rakyat

2 min read

JAKARTA, SWARAJABAR.ID – Sosok Raden Mas Agus Rugiarto SH, atau yang akrab disapa Agus Flores oleh kalangan rekan sejawat di Persatuan Anggota TNI (PATI), menyimpan jejak perjalanan hidup yang unik dan berakar kuat dari semangat pengabdian kepada negara dan masyarakat. Lahir dari lingkungan keluarga yang erat kaitannya dengan institusi keamanan dan pertahanan, latar belakang ini membentuk karakter serta komitmennya dalam berkiprah di dunia hukum, organisasi, kemasyarakatan, hingga pers.

Berdasarkan catatan sejarah dan berbagai sumber terkait, keluarga Agus Flores memiliki keterikatan mendalam dengan sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Dari jalur keluarga di Flores, kakek serta paman-pamannya rata-rata merupakan alumni ABRI. Sementara dari jalur keluarga di Jawa, ayahnya diketahui pernah mengikuti pendidikan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) atau Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1968.

Kelompok Residen Besuki yang meliputi gelombang pendidikan AKPOL angkatan 1, 2, hingga 3 memiliki andil yang sangat besar dalam meletakkan fondasi sistem pendidikan kepolisian nasional pada masa awal perkembangannya. Jejak kakek dan ayahnya yang merupakan bagian dari perintis tersebut menjadi warisan nilai disiplin, tanggung jawab, dan pengabdian yang diwariskan kepada Agus Flores.

Agus Flores sendiri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tadulako (UNTAD) Palu dan Universitas Pancasila (UNPAC) Jakarta. Pengalaman organisasinya pun terhitung matang dan panjang. Ia tercatat sebagai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terlama di dua wilayah berbeda. Sebelumnya, ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menjabat Wakil Sekretaris Jenderal KBPP Polri Pusat, serta Ketua DPC Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jakarta Pusat.

Kini, kiprahnya semakin luas: selain berprofesi sebagai pengacara, ia dipercaya menjabat sebagai Penasihat Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI) Tanjung Priok, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), serta Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pasifik.

Dalam dunia politik, Agus Flores tergolong tokoh senior yang telah berkiprah sejak masa mahasiswa di lingkungan Partai Golkar. Meskipun memiliki rekam jejak dan kapabilitas yang diakui luas, ia dikenal berulang kali menolak tawaran jabatan menteri.

“Saya lebih memilih bebas seperti burung bangau yang bisa keliling Nusantara, daripada terikat jabatan yang membatasi ruang gerak untuk melayani. Tawaran tersebut lebih baik diserahkan kepada orang lain yang memiliki kompetensi khusus untuk mengembannya,” ujarnya pernah menyampaikan alasannya.

Keputusan ini menunjukkan prinsip hidupnya: mengutamakan kebebasan untuk bergerak, mendampingi masyarakat, dan mengawal keadilan serta informasi yang cepat dan tepat di seluruh pelosok negeri melalui perannya di Fast Respon Nusantara, tanpa terhalang batasan jabatan struktural.

#DPW_PW_FRN_JABAR

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours