KARAWANG – Peristiwa tawuran yang kembali terjadi di Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, kembali memantik keprihatinan publik. Insiden yang disebut berulang kali terjadi itu dinilai bukan lagi sekadar persoalan keamanan lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi persoalan serius yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mencoreng citra Kabupaten Karawang sebagai kawasan industri dan tujuan investasi.
Minggu (5/7/2026)
Ketua Forum Aktivis Islam Kabupaten Karawang, Sunarto, menilai sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil alih penanganan persoalan tersebut secara lebih serius. Menurutnya, penyelesaian konflik tidak dapat terus-menerus dibebankan kepada pemerintah desa maupun unsur masyarakat setempat apabila peristiwa serupa terus berulang.
“Ini bukan kejadian pertama. Tawuran sudah berkali-kali terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat. Jika terus berulang, publik tentu akan mempertanyakan sejauh mana efektivitas langkah-langkah yang selama ini dilakukan. Pemerintah daerah harus hadir dan tidak membiarkan persoalan ini menjadi beban pemerintah desa semata,” ujar Sunarto.
Ia menilai konflik yang berulang tersebut telah memberikan dampak luas, tidak hanya bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi, tetapi juga bagi pengguna jalan, pelaku usaha, hingga iklim investasi di Kabupaten Karawang. Menurutnya, rasa aman merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di daerah.
Sunarto juga mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap akar persoalan yang menyebabkan tawuran terus berulang. Ia menilai penyelesaian tidak cukup hanya dilakukan setelah insiden terjadi, tetapi harus disertai langkah preventif, pembinaan generasi muda, penguatan peran tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta koordinasi lintas instansi agar konflik serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas, profesional, dan terukur terhadap siapa pun yang terbukti menjadi provokator maupun pelaku tindak pidana dalam setiap aksi tawuran. Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten akan memberikan efek jera sekaligus memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk tidak menunggu sampai muncul korban yang lebih besar. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Aparat penegak hukum juga harus mengusut tuntas setiap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak muncul anggapan bahwa aksi tawuran dapat dilakukan tanpa konsekuensi,” tegas Sunarto.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga, dapat membangun langkah bersama dalam mencegah terulangnya tawuran. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan Karawang yang aman, kondusif, dan tetap menjadi daerah yang dipercaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi.


+ There are no comments
Add yours