Kabid SDA Aris Purwanto Tegaskan: Ucapan Soal “Lingkaran” Sudah Benar, Tidak Ada Unsur Kepentingan Pribadi

2 min read

Karawang —
Menanggapi polemik yang sempat mencuat terkait pernyataannya mengenai istilah “lingkaran” di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Aris, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak bermuatan negatif dan tidak mengandung unsur kepentingan pribadi maupun kelompok, sebagaimana ditafsirkan sebagian pihak.

Menurut Aris, istilah lingkaran yang ia maksud bukanlah bentuk kelompok tertutup atau jaringan tertentu, melainkan menggambarkan kerjasama dan koordinasi antar unsur internal di tubuh dinas, agar setiap program pembangunan bisa berjalan sinergis dan terarah.

> “Saya tidak pernah bermaksud menyinggung atau menimbulkan tafsir lain. Istilah lingkaran itu justru mengandung makna kebersamaan, koordinasi, dan sinergi kerja. Tidak ada makna politik, tidak ada pula unsur kepentingan pribadi,” ujar Aris kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).

Aris menegaskan, semua kegiatan di bidang SDA dilaksanakan berdasarkan mekanisme resmi dan sesuai aturan pemerintah daerah. Setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan, selalu melalui prosedur yang ketat dan diawasi oleh sistem pengendalian internal.

> “Kami bekerja sesuai prosedur. Semua ada jalur administrasinya. Tidak ada yang bisa melangkah di luar aturan. Jadi kalau ada pihak yang menafsirkan lain, itu jelas keliru,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang cenderung memotong konteks ucapannya, sehingga menimbulkan kesalahpahaman publik. Padahal, menurutnya, maksud utama dari pernyataan itu adalah mengingatkan pentingnya soliditas kerja dan tanggung jawab bersama di lingkungan Dinas PUPR.

> “Saya bicara dalam konteks memperkuat koordinasi, bukan soal kelompok atau siapa dekat dengan siapa. Kita ini bekerja untuk masyarakat, bukan untuk lingkaran tertentu. Semua harus bersatu membangun Karawang,” ujarnya lagi.

Aris pun menegaskan, sebagai pejabat teknis di bidang sumber daya air, dirinya selalu berupaya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menolak keras segala bentuk tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam kepentingan sempit.

> “Saya siap diaudit, siap diperiksa, karena semua kegiatan kami terbuka. Kalau bekerja sesuai aturan, maka tidak perlu takut apa pun. Justru saya ingin masyarakat tahu, bahwa di bidang SDA, semua proses berjalan transparan,” pungkasnya.

Dengan penjelasan itu, Aris berharap masyarakat tidak lagi termakan isu yang menyesatkan. Ia mengajak semua pihak, termasuk media, untuk bersama-sama menjaga objektivitas informasi demi terciptanya iklim kerja pemerintah daerah yang sehat dan profesional.

 

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours