Ketua FORTAL Apresiasi Kinerja Polres Metro Bekasi, Desak Penutupan Permanen Pasar Obat Terlarang di Kampung Jati

3 min read

Bekasi – Selasa, 3 Juni 2025
Ketua Forum Masyarakat Anti Obat-obatan Terlarang (FORTAL), Kang Edo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Metro Bekasi beserta seluruh jajaran atas komitmen dan upaya serius dalam memberantas peredaran obat keras tipe G di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Atas nama pribadi, masyarakat, dan lembaga FORTAL, saya memberikan apresiasi luar biasa atas langkah-langkah kepolisian yang selama ini terus bergerak dalam memerangi peredaran obat terlarang. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat, terutama generasi muda agar terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan obat keras,” ujar Kang Edo saat diwawancarai pada Senin (2/6/2025).

Meski memberikan apresiasi, Kang Edo juga menegaskan bahwa upaya penindakan tidak boleh berhenti pada operasi sporadis semata. Ia mendesak Kepolisian, khususnya Polres Metro Bekasi, untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan dan menutup secara permanen titik-titik peredaran yang selama ini menjadi sarang aktivitas ilegal tersebut.

Menurut hasil investigasi internal yang dilakukan FORTAL selama beberapa bulan terakhir, ditemukan fakta mencengangkan bahwa jaringan peredaran obat keras tipe G telah menjalar ke berbagai pelosok Kabupaten Bekasi. Salah satu lokasi yang dianggap paling darurat adalah wilayah Cikarang Utara, tepatnya di Kampung Jati dan kawasan Kapling, Cikarang Kota.

“Pasar terbesar penjualan obat keras tipe G itu ada di Kampung Jati. Aktivitas penjualan di sana bisa berlangsung selama 24 jam non-stop, dengan sedikitnya 10 titik penjualan aktif setiap hari. Ini jelas bukan sekadar fenomena sosial biasa, tapi sudah masuk ke level kejahatan terorganisir. Harus ada langkah cepat, tegas, dan permanen dari aparat penegak hukum,” tegasnya.

Kang Edo juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah daerah terhadap peredaran obat keras tersebut. Ia mendesak kepala daerah untuk segera mengambil langkah nyata melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bertugas menangani secara serius peredaran dan penjualan obat keras ilegal.

“Kami mendesak kepala daerah, dengan penuh tanggung jawab dan komitmen, segera membentuk Satgas Khusus yang bertugas menerima laporan, melakukan investigasi, serta mengambil tindakan tegas berupa penutupan permanen terhadap seluruh toko atau titik penjualan obat tipe G yang terbukti ilegal. Dari hasil investigasi FORTAL selama beberapa bulan terakhir, kami yakini tidak ada satu pun toko atau titik penjualan obat keras tipe G yang memiliki izin resmi. Semuanya beroperasi secara liar dan merusak,” tegasnya.

Ia juga mengungkap bahwa pasar gelap di Kampung Jati tersebut tak hanya melibatkan pelaku lokal, tetapi diduga telah memiliki jaringan distribusi lintas kecamatan, bahkan lintas kabupaten. FORTAL, kata dia, siap bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memberikan data, bukti, dan dukungan moral dalam upaya pemutusan mata rantai peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Bekasi.

Kang Edo menambahkan bahwa dampak sosial dari peredaran obat keras sangatlah destruktif, terutama bagi anak-anak muda usia produktif yang menjadi sasaran empuk para pengedar. Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak untuk tidak lengah dan terus menjaga kewaspadaan serta memperkuat aksi nyata di lapangan.

“Ini bukan soal citra penegakan hukum semata, tapi soal menyelamatkan masa depan bangsa. Kabupaten Bekasi tidak boleh jadi ladang subur bagi kejahatan yang merusak generasi muda,” ujarnya.

Seperti biasa, Kang Edo menutup wawancara dengan seruan khasnya yang menggugah semangat perlawanan terhadap narkoba dan penyimpangan sosial.

Kang Edo juga menambahkan, Selain Cikarang Utara, pasar/peredaran obat terlarang Tipe G juga, peredaran terbesarnya setelah di investigasi, juga terdapat di Sukatani, Cikarang Selatan, Babelan, Taruma Jaya dan Cikarang Barat.

“FORTAL bertindak di luar batas nalar, tegak lurus selamatkan generasi muda. SALAM EDAN UNTUK KEWARASAN!” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author