DEPOK, SWARAJABAR.ID – Komitmen meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar terus diperkuat. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Sukmajaya menggelar Workshop Tahsin Al-Qur’an di SDN Mekarjaya 3, Rabu (22/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran agama di sekolah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 guru PAI dari SD negeri dan swasta Islam se-Kecamatan Sukmajaya ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, H. Muhammad Martin, S.Pd.I. Workshop juga dihadiri Pengawas PAI Kemenag Kota Depok Hj. Yanti, M.Pd., serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri Sukmajaya Arif Suryadi, M.Pd.

Ketua KKG PAI Kecamatan Sukmajaya, Ustaz Sadeli, S.Pd.I., mengatakan bahwa KKG PAI merupakan wadah profesional bagi guru Pendidikan Agama Islam jenjang sekolah dasar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan antarguru.
“Selain meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, KKG PAI Sukmajaya juga memiliki sejumlah program sosial seperti santunan anak yatim, baik di wilayah Sukmajaya maupun di luar kecamatan. Kami juga rutin mengadakan kegiatan rihlah dan ziarah sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penyegaran bagi para guru,” ujar Sadeli di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan rihlah biasanya dilaksanakan setiap akhir Desember sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual para pendidik agar tetap memiliki semangat dalam menjalankan tugas mencetak generasi berakhlak mulia.
Lebih lanjut, Sadeli menjelaskan bahwa workshop Tahsin Al-Qur’an menjadi salah satu program prioritas KKG PAI Sukmajaya.
Guru PAI, katanya, memiliki tanggung jawab besar karena bersentuhan langsung dengan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Guru PAI bersentuhan langsung dengan Al-Qur’an. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sehingga dapat membimbing serta membiasakan peserta didik membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penguatan pembinaan guru Pendidikan Agama Islam yang terus didorong Kementerian Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Menurutnya, guru PAI merupakan ujung tombak dalam membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan sekolah.
Sebagai narasumber, H. Muhammad Martin, S.Pd.I. menyampaikan materi mengenai teknik membaca Al-Qur’an yang benar, penyempurnaan makharijul huruf, penerapan ilmu tajwid, hingga metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif bagi siswa sekolah dasar.
“Harapannya narasumber dapat memberikan pencerahan sekaligus meningkatkan kompetensi guru-guru agama Islam di Sukmajaya, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan diteruskan kepada para peserta didik,” ungkap Sadeli.
Workshop ini juga menjadi respons terhadap semakin besarnya tuntutan peningkatan kualitas pendidikan agama di era transformasi pendidikan.

Seiring penerapan pembelajaran yang lebih berorientasi pada penguatan karakter, guru PAI dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik sebagai teladan bagi peserta didik.
Penguatan kompetensi guru PAI dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan moderasi beragama, serta pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui workshop ini, KKG PAI Sukmajaya berharap para guru semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar terus meningkat dan mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.


+ There are no comments
Add yours