Ketua Karang Taruna Sukaluyu: Siapa Sebenarnya yang Takut Warga Melawan? Antek – antek Kapitalisme Kah?

2 min read

KARAWANG – Ketua Karang Taruna Desa Sukaluyu, Robby Galang, melontarkan kecurigaan tajam terhadap pihak-pihak yang belakangan terkesan aktif menyudutkan aksi warga dalam membela keberadaan PT BSS, perusahaan yang selama ini dianggap berpihak pada masyarakat.

“Kami mulai bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya terganggu dengan aksi warga? Siapa yang gelisah ketika rakyat kecil mulai bersuara? Jangan-jangan, mereka bukan membela kepentingan umum, tapi sedang menjaga aliran modal dari kepentingan tertentu,” tegas Robby saat ditemui usai pertemuan pemuda desa, Selasa (3/6).

Menurutnya, reaksi keras dari sejumlah kalangan di luar desa terhadap aksi warga Sukaluyu justru mengundang kecurigaan.

“Kalau mereka benar peduli pada desa ini, kenapa baru muncul ketika rakyat bergerak? Di mana mereka saat kami kesulitan air, saat banjir, saat butuh bantuan? Jangan-jangan, suara kami mengusik kenyamanan mereka yang selama ini menikmati situasi diam dan tunduk,” ujarnya.

Robby menegaskan, PT BSS bukan sekadar perusahaan, melainkan simbol keberpihakan yang langka di tengah derasnya arus investasi yang seringkali hanya menyisakan kerusakan dan ketimpangan.

“Saat banyak perusahaan datang hanya untuk mengeruk, BSS justru hadir dan ikut menjaga. Maka ketika kami membela BSS, bukan karena pesanan, tapi karena kami tahu siapa yang berdiri di samping kami selama ini,” katanya.

Ia juga mengkritik keras penggunaan istilah “mengganggu iklim investasi” terhadap aksi warga.

“Itu bukan istilah suci. Itu topeng yang dipakai untuk membungkam rakyat. Kami tak akan diam ketika kesejahteraan rakyat dikorbankan demi laporan manis kepada investor,” tambah Robby.

Dirinya menuding ada kepentingan besar yang sedang terganggu, dan oleh karena itu, segala cara digunakan untuk membungkam gerakan rakyat.

“Kalau kalian di luar sana tiba-tiba sibuk menyerang kami, kami patut curiga: siapa yang kalian bela? Jangan-jangan kalian bukan pembela bangsa, tapi penjaga pagar modal asing yang mulai takut kalau rakyat berani melawan,” tandasnya.

Robby menyebut, perjuangan warga Sukaluyu bukan akhir, melainkan awal dari kesadaran baru.

“Hari ini kami bersuara. Jika kalian paksa kami diam, yang lahir bukan ketenangan, tapi perlawanan. Dan kalian takkan bisa menghentikan rakyat yang sudah sadar,” tutupnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author