Hajat Bumi Rawa Binong Semarak, Bopi Dorong Kawasan Jadi Ikon Wisata, Agung Suganda Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

3 min read

Kabupaten Bekasi – Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai perhelatan Hajat Bumi Rawa Binong di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat. Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati kawasan Rawa Binong untuk mengikuti doa bersama, pagelaran lima kesenian tradisional, penebaran bibit ikan mas, hingga berbagai kegiatan adat sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada warisan budaya para leluhur.

Ketua Panitia Hajat Bumi Rawa Binong, Bopi, mengatakan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar berkat semangat gotong royong masyarakat serta dukungan pemerintah desa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para sesepuh, dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, Hajat Bumi merupakan momentum mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal yang harus terus dijaga.

Bopi menjelaskan, salah satu tradisi yang selalu menjadi bagian dari Hajat Bumi Rawa Binong adalah penebaran bibit ikan mas sebagai simbol harapan akan kelestarian alam, keberkahan, dan keberlangsungan ekosistem rawa. Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Lebih jauh, Bopi berharap Rawa Binong dapat dikembangkan menjadi ikon wisata Kecamatan Cikarang Pusat bahkan Kabupaten Bekasi. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia mengajak para pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian lebih agar pembangunan sarana pendukung dapat segera direalisasikan sehingga keberadaan Rawa Binong mampu menghidupkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hegarmukti, H. Ajo Subarjo, mengajak seluruh masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya serta peninggalan para leluhur yang menjadi identitas Desa Hegarmukti. Menurutnya, tradisi Hajat Bumi harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah tetap terpelihara.

H. Ajo Subarjo juga menegaskan bahwa Situs Rawa Binong merupakan aset desa yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi yang besar. Karena itu, ia berharap kawasan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi objek wisata yang tertata, nyaman, dan berkelanjutan sehingga mampu mendorong kemajuan Desa Hegarmukti sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi Empat DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, H. Agung Suganda, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dapat kembali hadir bersama masyarakat dalam perhelatan Hajat Bumi sebagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Putra asli Desa Hegarmukti itu menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelestarian budaya yang menjadi jati diri masyarakat.

Agung Suganda mengungkapkan bahwa saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada Pemilu dua ribu dua puluh empat, dirinya pernah berjanji akan menghadirkan lima kesenian tradisional apabila dipercaya menjadi wakil rakyat. Janji tersebut kini diwujudkan melalui penampilan Seni Topeng, Jaipong, Tanjidor, Degung, dan Calung sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat sekaligus dukungan nyata terhadap para pelaku seni dan budaya lokal.

Menurut Agung Suganda, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi daerah. Karena itu, ia menyatakan siap mendorong berbagai program yang dapat mendukung pengembangan Rawa Binong sebagai kawasan wisata budaya dan wisata alam. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, ia optimistis Rawa Binong dapat menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bekasi yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Menutup sambutannya, Agung Suganda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama merawat Hajat Bumi sebagai warisan budaya yang harus tetap hidup sepanjang zaman. Menurutnya, budaya merupakan kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours