KARAWANG – Camat Ciampel, Agus Sugiono, mengajak seluruh kepala desa, perangkat daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Ciampel untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pelayanan publik yang semakin berkualitas. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Minggon Kecamatan Ciampel, Selasa (7/7/2026), yang dihadiri Kapolsek Ciampel, Komandan Pos TNI AD, para kepala desa, kepala UPTD, serta unsur Muspika dan stakeholder lainnya.

Mengawali sambutannya, Agus Sugiono menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta rapat minggon yang kembali dilaksanakan setelah sebelumnya disepakati berlangsung dua pekan sekali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Ciampel yang hadir secara langsung sehingga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur pelayanan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Agus menyoroti keberhasilan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di wilayah Ciampel yang dinilai jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang lebih matang antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sekitar 28 calon peserta didik tingkat SMP yang sempat belum memperoleh sekolah akibat kurangnya informasi kepada orang tua mengenai mekanisme dan jalur penerimaan siswa baru. Persoalan tersebut, kata Agus, akhirnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang cepat antarinstansi.
Lebih jauh, Agus menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak boleh hanya diukur dari terpenuhinya kuota sekolah. Menurutnya, pemerintah desa bersama RT dan RW harus melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang berhenti mengenyam pendidikan.
“Jangan hanya merasa selesai ketika proses penerimaan siswa baru berakhir. Kita harus memastikan apakah anak-anak yang belum terlihat di sekolah melanjutkan ke sekolah swasta, pondok pesantren, atau justru berhenti sekolah. Jangan sampai ada satu pun anak di Ciampel yang putus sekolah,” tegasnya.
Ia meminta para kepala desa segera meneruskan arahan tersebut kepada para Ketua RT dan RW agar melakukan penyisiran data secara aktif sehingga seluruh anak usia sekolah dapat terus memperoleh hak pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh negara.
Selain sektor pendidikan, Agus juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai media edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai program seperti pencegahan stunting, pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga program pembangunan akan lebih efektif apabila disampaikan melalui video singkat, poster digital, maupun media sosial resmi pemerintah desa dan kecamatan.
“Komunikasi pemerintah harus mengikuti perkembangan zaman. Informasi pelayanan publik harus mudah dipahami dan cepat diterima masyarakat melalui media digital,” ujarnya.
Dalam bidang kesehatan, Agus kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap program pemberian telur bagi anak-anak penerima manfaat dalam upaya pencegahan stunting. Ia meminta kader PKK bersama para pendamping memastikan bantuan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran, bukan anggota keluarga lainnya.
“Kita ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi pertumbuhan anak. Evaluasi harus dilakukan sampai ke lapangan agar tujuan program tercapai,” katanya.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Camat Ciampel mengajak seluruh desa menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin setiap akhir pekan. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui upacara seremonial, tetapi juga melalui kepedulian bersama menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan dipusatkan di Lapangan Gintungkerta, dengan persiapan yang melibatkan sekolah, pasukan pengibar bendera, marching band, serta seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat agar pelaksanaannya berlangsung khidmat dan berkesan.
Dalam rapat tersebut, Agus turut menyinggung persiapan pelaksanaan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus mengawal seluruh proses agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, apabila terdapat usulan penambahan anggaran sepanjang tidak bertentangan dengan regulasi, maka hal tersebut dapat dibahas melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Menutup arahannya, Agus Sugiono mengapresiasi capaian Kecamatan Ciampel dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih berada di jajaran lima besar di Kabupaten Karawang. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan administrasi kepemilikan tanah yang menjadi tantangan dalam proses pembayaran pajak sehingga memerlukan penyelesaian secara bertahap melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Melalui Rapat Minggon tersebut, Pemerintah Kecamatan Ciampel kembali menegaskan komitmennya membangun pemerintahan yang kolaboratif, responsif, dan adaptif. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, serta masyarakat diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kecamatan Ciampel yang semakin maju, tertib, sehat, dan berdaya saing.


+ There are no comments
Add yours