Komisi III DPRD Karawang Dorong Pengungkapan Penyebab Kematian Massal Ikan di Irigasi Johar

2 min read

KARAWANG – Komisi III DPRD Kabupaten Karawang mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang untuk meminta penjelasan terkait peristiwa kematian massal ikan yang terjadi di aliran irigasi kawasan Leuweung Seureuh–Johar. Kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Karawang, H Erick Heryawan Kusumah,.S.E,. Mengatakan pihaknya ingin memastikan penanganan dan investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kematian ikan dapat diketahui secara pasti.

Menurut Erick, kasus tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan lingkungan semata. Ia menilai dampaknya dapat meluas terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada sumber daya perairan.

Dalam pertemuan tersebut, DLH Karawang menjelaskan bahwa pihaknya bersama Satgas Citarum Harum telah melakukan verifikasi lapangan dan pengambilan sampel air di sejumlah titik lokasi terdampak.

Sampel yang telah dikumpulkan saat ini sedang menjalani pengujian laboratorium untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan ribuan ikan mati secara massal. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar 14 hari.

Erick menegaskan, hasil laboratorium nantinya akan menjadi dasar penting untuk mengidentifikasi penyebab kematian ikan sekaligus menelusuri sumber permasalahan yang terjadi.

Sambil menunggu hasil investigasi, Komisi III DPRD Karawang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di lokasi kejadian demi menghindari risiko terhadap kesehatan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Sebaiknya ikan yang ditemukan mati tidak dikonsumsi sampai penyebabnya diketahui secara pasti,” tegas Erick.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian ikan karena masih menunggu hasil analisis laboratorium.

Menurut Lucky, terdapat berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan kematian ikan, termasuk faktor kualitas air seperti rendahnya kadar oksigen terlarut maupun indikasi pencemaran. Karena itu, DLH meminta seluruh pihak menunggu hasil laboratorium agar kesimpulan yang diambil berdasarkan data ilmiah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours