DEPOK, SWARAJABAR.ID – Masalah perbaikan sarana fisik dan kepadatan lalu lintas masih menjadi dua agenda besar yang harus segera diselesaikan Pemerintah Kota Depok. Hal ini ditekankan secara tegas oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, saat memberikan arahan usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 87 Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teratai Balai Kota Depok, pada Senin (25/5/2026).
Dalam pesannya, Supian mengingatkan seluruh pejabat yang baru saja resmi menjabat untuk bekerja dengan responsif dan sigap dalam menjawab setiap kebutuhan serta aspirasi yang disampaikan oleh warga.
Ia menegaskan bahwa pelayanan prima merupakan syarat mutlak yang harus berjalan beriringan dengan upaya membangun wajah Kota Depok yang lebih maju, baik dari segi kualitas pendidikan, layanan kesehatan, maupun ketersediaan infrastruktur yang memadai.
“Saya memohon dukungan dari seluruh aparatur, baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional yang baru saja dilantik. Bantu saya untuk hadir melayani warga, mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka, serta mewujudkan harapan-harapan besar masyarakat Depok,” ujar Supian Suri.
Menurutnya, sektor infrastruktur jalan menjadi prioritas utama karena dampaknya sangat terasa dan berhubungan langsung dengan kelancaran aktivitas sehari-hari warga. Ia menyadari bahwa kerusakan jalan, mulai dari permukaan yang tidak rata hingga adanya lubang, masih sering dikeluhkan dan menjadi sorotan utama publik, sehingga penanganannya tidak boleh ditunda.
“Jika ada sedikit saja kerusakan atau jalan berlubang, masyarakat pasti segera menyampaikan keluhan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama yang harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan cepat,” tegasnya.
Selain urusan jalan rusak, pemecahan masalah kemacetan di titik-titik rawan juga menjadi fokus utama kerja pemerintah kota. Supian memaparkan sejumlah rencana strategis yang sedang disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, salah satunya pembangunan jembatan layang (flyover) di kawasan Margonda dan terowongan bawah tanah (underpass) yang akan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah percepatan proses pembebasan lahan di Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Hal ini dilakukan untuk mendukung proyek pelebaran Jalan Parung Bingung agar kapasitas jalan semakin optimal.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencari solusi dan membereskan masalah kemacetan yang sudah berlangsung lama ini,” tambahnya.
Beralih ke sektor pendidikan, Supian juga menyoroti masih banyaknya keluhan terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Mengingat kapasitas sekolah negeri yang sudah terbatas dan sulit dikembangkan lebih luas, Pemkot Depok mulai gencar mendorong konsep sekolah swasta gratis sebagai alternatif solusi akses pendidikan bagi warga.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar menghapus biaya pendidikan, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan standar pengajaran.
“Kita sedang menyusun mekanisme pelaksanaannya. Tujuannya agar sekolah swasta ini benar-benar gratis, namun kualitasnya tetap terjaga baik dan mampu bersaing, bahkan setara dengan standar yang dimiliki sekolah negeri,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Supian Suri juga menyentuh soal sistem pengembangan karir di lingkungan birokrasi. Ia menyebutkan telah diterapkannya sistem manajemen talenta dalam proses promosi jabatan ASN. Melalui sistem ini, penempatan dan kenaikan pangkat pejabat akan didasarkan pada penilaian objektif mencakup kompetensi keahlian, pengalaman kerja, serta rekam jejak kinerja yang telah dibuktikan selama bertugas.(Bro)


+ There are no comments
Add yours