Karawang – Semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong menjadi fondasi utama terbentuknya Paguyuban Tirtajaya Sadulur yang secara resmi menetapkan H. Wijana sebagai Ketua Paguyuban dalam musyawarah yang digelar di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jumat (10/7/2026).

Paguyuban Tirtajaya Sadulur dibentuk sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, koordinasi, dan sinergi bagi para pengurus berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen sosial lainnya di wilayah Kecamatan Tirtajaya. Kehadiran paguyuban ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, H. Wijana menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa Paguyuban Tirtajaya Sadulur bukan dibentuk untuk membedakan organisasi satu dengan yang lain, melainkan menjadi rumah besar yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan.
“Paguyuban ini hadir sebagai wadah pemersatu lintas organisasi dan komunitas. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun Kecamatan Tirtajaya yang aman, damai, dan semakin maju. Melalui kebersamaan, kita dapat mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas wilayah,” ujar H. Wijana.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas paguyuban akan berpedoman pada motto “Ngajaga Lembur, Akur Jeung Dulur, Panceg Dina Galur,” yang mengandung makna menjaga kampung halaman, hidup rukun dalam persaudaraan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur budaya, etika, dan kebersamaan.
Pembentukan Paguyuban Tirtajaya Sadulur dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat harmoni sosial di tingkat kecamatan. Keberadaan paguyuban diharapkan mampu meredam potensi polarisasi maupun gesekan antarorganisasi dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat kekeluargaan sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Selain itu, paguyuban juga diharapkan menjadi mitra strategis bagi unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tirtajaya dalam mendukung berbagai program pembangunan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penanganan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, Paguyuban Tirtajaya Sadulur juga diharapkan menjadi jembatan aspirasi masyarakat dengan menghimpun berbagai gagasan, masukan, dan harapan dari tokoh agama, tokoh pemuda, aktivis sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lokal untuk disampaikan secara konstruktif kepada pemerintah.
Dengan terpilihnya H. Wijana sebagai ketua, diharapkan Paguyuban Tirtajaya Sadulur mampu menjadi contoh kolaborasi yang positif dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta menumbuhkan semangat gotong royong demi mewujudkan Kecamatan Tirtajaya yang aman, maju, dan sejahtera.
Semangat yang diusung melalui motto “Ngajaga Lembur, Akur Jeung Dulur, Panceg Dina Galur” menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui persatuan, saling menghormati, dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


+ There are no comments
Add yours