Dramaga Bogor, SwaraJabar.id
Dalam kehidupan sehari-hari, pemuda merupakan pelaku utama pembangunan yang menerapkan nilai-nilai positif, berbuat baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun berada. Peran pemuda tidak hanya sebatas generasi penerus bangsa, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekitar.
Pemuda memiliki peran penting dan beragam dalam kehidupan bermasyarakat. Mulai dari belajar dan mengembangkan diri, menjadi teladan, agen perubahan, pelopor kemajuan, penjaga ketertiban, hingga penjaga nilai dan budaya bangsa. Selain itu, pemuda juga menjadi kekuatan moral yang mendorong tegaknya keadilan dan aturan hukum, sekaligus warga negara aktif yang memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan demokrasi.
Peran tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang menegaskan bahwa pemuda memiliki fungsi sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Selain itu, kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan pemuda juga berkaitan dengan arah kebijakan pembangunan sosial pemerintah yang menitikberatkan pada penguatan pilar sosial masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, pelayanan kesehatan yang inklusif, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan tugas pokok dan kewajiban anggota KNPI sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Hal inilah yang melatarbelakangi PK KNPI Dramaga untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan sosial melalui kegiatan “Sunatan Massal Gratis” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan sunatan massal gratis yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu diikuti puluhan anak usia sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kecamatan Dramaga. Menariknya, para peserta bersama keluarganya dijemput langsung dari rumah menuju lokasi acara. Langkah tersebut menjadi simbol bahwa negara dan organisasi kepemudaan hadir mendekati masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang mencari pelayanan.
Kegiatan ini juga mencerminkan implementasi nilai-nilai pembangunan berbasis pilar sosial sebagaimana tertuang dalam berbagai kebijakan pemerintah, di antaranya penguatan solidaritas sosial, pemerataan akses layanan dasar kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui keterlibatan komunitas dan organisasi kepemudaan.
Ketua PK KNPI Dramaga, Muhamad Syukron Anugrah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemuda terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya hadir dalam seremoni, tetapi harus mampu turun langsung membantu masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Kegiatan sunatan massal gratis ini bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi tentang bagaimana pemuda hadir di tengah masyarakat, membantu warga yang membutuhkan, dan membangun rasa kepedulian sosial. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Dramaga bisa bergerak, bersatu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PK KNPI Dramaga akan terus berkomitmen menjalankan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pemuda menjadi garda terdepan dalam pembangunan sosial. Bukan hanya aktif di organisasi, tetapi juga aktif mengawal kepentingan masyarakat, menjaga lingkungan, dan mengkritisi persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah Dramaga,” tambahnya.
Pesan kemanusiaan itulah yang ingin disampaikan oleh para pengurus dan anggota PK KNPI Dramaga. Mereka menilai pelayanan kesehatan yang baik masih sulit dijangkau oleh sebagian kelompok rentan, baik karena keterbatasan ekonomi, administrasi, maupun faktor psikologis. Oleh sebab itu, pemuda hadir sebagai jembatan antara kebutuhan dasar masyarakat dengan sistem pelayanan publik.
Bagi PK KNPI Dramaga, kegiatan sunatan massal gratis bukan sekadar acara seremonial pelayanan kesehatan biasa. Kegiatan ini menjadi representasi nyata gerakan sosial kepemudaan yang mengangkat harkat dan martabat anak-anak desa melalui akses layanan kesehatan, pendidikan sosial, dan pelayanan informasi publik yang lebih manusiawi.
Namun di tengah semangat sosial tersebut, para pengurus KNPI Dramaga menyayangkan minimnya dukungan dari institusi kesehatan di wilayah Dramaga. Dua rumah sakit besar dan sejumlah puskesmas yang berada di Kecamatan Dramaga dinilai belum turut memberikan kontribusi nyata terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut, padahal lembaga kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan masyarakat.
Meski demikian, kondisi itu tidak dianggap sebagai hambatan. Para pemuda KNPI Dramaga tetap optimistis dan terus bergerak karena mereka menyadari bahwa kegiatan sosial seperti sunatan massal menjadi alternatif pelayanan publik yang lebih inklusif, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
Di akhir kegiatan, beberapa peserta mendapatkan bingkisan menarik berupa satu unit sepeda dan hadiah lainnya yang diantarkan langsung ke rumah masing-masing. Momen tersebut menghadirkan rasa haru dan kebanggaan bagi masyarakat, khususnya para orang tua peserta, yang melihat langsung perjuangan para pemuda melalui wadah PK KNPI Dramaga.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemuda Kecamatan Dramaga telah bangkit dari “tidur panjangnya”. Melalui PK KNPI Dramaga, para pemuda berkomitmen untuk terus menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam pembangunan sosial melalui kegiatan sosial, kerja bakti, menjaga keamanan dan ketertiban, hingga mengawal kebijakan publik demi kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan kesehatan, PK KNPI Dramaga juga mulai aktif mengkritisi berbagai persoalan sosial di wilayahnya. Mulai dari keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada tepat di samping kantor pemerintahan desa, kondisi jalan rusak yang belum diperbaiki, hingga maraknya pembangunan rumah kos, perumahan, dan apartemen di pelosok desa yang diduga tidak berizin prosedural.
Mereka menilai pembangunan yang tidak terkendali telah mengurangi lahan resapan air sehingga memicu banjir saat musim hujan tiba. Selain itu, para pemuda juga menyoroti berbagai kerawanan sosial lain yang berpotensi memicu kriminalitas, seperti peredaran narkoba, obat-obatan terlarang, hingga pergaulan bebas di lingkungan masyarakat.
Sikap kritis tersebut dinilai sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pemuda dalam mengawal pembangunan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menciptakan ruang sosial yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui gerakan sosial yang konsisten dan keberanian menyuarakan aspirasi masyarakat, PK KNPI Dramaga menunjukkan bahwa pemuda bukan hanya simbol masa depan bangsa, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial yang hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat.(Redaksi)


+ There are no comments
Add yours