KABUPATEN BEKASI — Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 2025 dimaknai sebagai momentum reflektif sekaligus korektif oleh Jajang Nurjaya, S.E., Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikarang Timur dan entrepreneur muda Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap HAM harus diwujudkan secara nyata melalui keberpihakan kebijakan dan gerakan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Menurut Jajang Nurjaya, HAM tidak boleh berhenti sebagai wacana normatif atau sekadar seremoni tahunan. Dalam pandangannya, HAM akan bermakna ketika negara, dunia usaha, dan elemen masyarakat sipil bergerak bersama memastikan hak-hak dasar warga terlindungi dan terpenuhi, khususnya bagi kelompok yang berada dalam posisi paling rentan secara sosial dan ekonomi.
Sebagai Ketua Karang Taruna sekaligus pelaku usaha muda, Jajang menilai pemenuhan hak atas pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang terjangkau, serta perlindungan ketenagakerjaan yang berkeadilan merupakan fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia dan iklim usaha yang sehat di daerah.
“Hari HAM Sedunia harus menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan martabat manusia. Pendidikan harus terbuka dan berkualitas, layanan kesehatan harus dapat diakses semua lapisan masyarakat, dan tenaga kerja wajib dilindungi dari praktik ketidakadilan dan eksploitasi,” ujar Jajang Nurjaya, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pemenuhan HAM merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan regulasi dan kebijakan yang adil, sementara organisasi kepemudaan dan pelaku usaha dituntut untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan dan keadilan sosial di tingkat akar rumput.
“Karang Taruna hadir bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi sebagai kekuatan sosial yang ikut memastikan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan tumbuh di tengah masyarakat. Dunia usaha pun memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lapangan kerja yang manusiawi dan berkeadilan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jajang menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan masyarakat, serta peningkatan perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Ia menilai bahwa langkah-langkah tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian esensial dari upaya menegakkan hak asasi manusia secara nyata di tingkat lokal.
“Penghormatan terhadap HAM harus diukur dari seberapa besar dampaknya bagi kehidupan warga sehari-hari. Hak atas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak adalah kebutuhan dasar sekaligus hak asasi yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Jajang Nurjaya mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, dan warga—untuk menjadikan peringatan Hari HAM Sedunia 2025 sebagai titik tolak penguatan kolaborasi dan kepedulian sosial.
“Selamat Hari HAM Sedunia 2025. Mari kita tegakkan HAM dengan aksi nyata, melalui pendidikan yang inklusif, layanan kesehatan yang merata, dan ketenagakerjaan yang berkeadilan, demi Kabupaten Bekasi dan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours