KABUPATEN BEKASI – Transformasi pelayanan kesehatan terus dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Sukasejati/Ciantra, Bd. Nenden Wulansari, SST., M.Kes., M.Si., dalam kegiatan Minggon Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/6/2026).
Dalam paparannya, Bd. Nenden Wulansari menjelaskan bahwa Puskesmas Sukasejati/Ciantra saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan bagi masyarakat yang sakit, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu.
Menurutnya, berbagai layanan kesehatan terus ditingkatkan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, mulai dari pelayanan umum, pelayanan kesehatan anak, poli gigi dan mulut, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
“Melalui layanan KB, masyarakat dapat memperoleh berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik jangka pendek seperti pil dan kondom maupun metode jangka panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing keluarga. Tujuannya adalah membantu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ujar Bd. Nenden Wulansari.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan saat ini telah mengalami perubahan paradigma yang sangat penting. Jika dahulu puskesmas lebih dikenal sebagai tempat berobat ketika seseorang sakit, kini puskesmas juga berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga masyarakat agar tetap sehat.
Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan lainnya, masyarakat didorong untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit. Justru ketika dalam kondisi sehat, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani dengan tepat,” jelasnya.
Penguatan Gizi untuk Menciptakan Generasi Sehat
Dalam kesempatan tersebut, Bd. Nenden Wulansari juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Puskesmas Sukasejati/Ciantra menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan gizi bagi masyarakat yang mengalami masalah kekurangan gizi maupun kelebihan berat badan.
“Kami memiliki tenaga ahli gizi yang siap memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Keseimbangan gizi sangat menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan anak, produktivitas kerja, serta kualitas hidup seseorang,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa upaya perbaikan gizi harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga pemerintah.
Imunisasi dan Pencegahan Penyakit Menjadi Investasi Masa Depan
Selain layanan gizi, Puskesmas Sukasejati/Ciantra juga terus memperkuat program imunisasi dan pencegahan penyakit menular.
Menurutnya, perkembangan ilmu kesehatan telah menghadirkan berbagai jenis vaksin yang dapat melindungi masyarakat dari sejumlah penyakit berbahaya.
“Saat ini perlindungan kesehatan melalui imunisasi semakin lengkap. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia demi melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” katanya.
Hilangkan Stigma, Tingkatkan Kepedulian
Dalam bidang pencegahan dan pengendalian penyakit, Puskesmas Sukasejati/Ciantra juga aktif melakukan kegiatan skrining dan deteksi dini berbagai penyakit menular melalui pendekatan lapangan yang humanis dan edukatif.
Kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat terjangkau secara optimal.
Bd. Nenden Wulansari menegaskan bahwa tujuan utama skrining bukan untuk memberikan label atau stigma terhadap seseorang, melainkan untuk menemukan kasus lebih awal sehingga dapat segera diberikan pengobatan dan pendampingan yang diperlukan.
“Kita harus mengubah cara pandang masyarakat. Yang harus kita jauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, penyebaran penyakit dapat dicegah dan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan empati, edukasi, dan kepedulian sosial menjadi kunci keberhasilan program kesehatan masyarakat.
Kawal Program Makan Bergizi Gratis agar Tepat Sasaran
Selain pelayanan kesehatan, Puskesmas Sukasejati/Ciantra juga berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di wilayah Sukasejati terdapat tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara di wilayah Ciantra terdapat lima SPPG. Sebagian besar telah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyempurnaan administrasi dan verifikasi.
Menurut Bd. Nenden Wulansari, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut sangat penting untuk memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan proses produksi, serta terpenuhinya standar kesehatan bagi para penerima manfaat.
“Kami terus melakukan pembinaan dan monitoring agar seluruh penyelenggara program dapat menjalankan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kualitas pelayanan dan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Menjadi Kunci Mewujudkan Masyarakat Sehat
Menutup pemaparannya, Bd. Nenden Wulansari, SST., M.Kes., M.Si. menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mengawal berbagai program kesehatan agar berjalan dengan aman, nyaman, dan tepat sasaran. Pada akhirnya, tujuan besar yang ingin kita capai adalah terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours