KABUPATEN BEKASI — Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 2025 menjadi momentum bagi Ahmad Saepudin, S.E., Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, untuk menegaskan sikap tegas legislatif dalam memperjuangkan hak-hak dasar warga, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Ahmad Saepudin menegaskan bahwa HAM bukan sekadar wacana normatif, melainkan sudah diwujudkan secara nyata dan Negara saat ini sudah berpihak kepada semua masyarakat Indonesia, terutama mereka yang paling rentan dalam sistem sosial dan ekonomi. Bagi legislator yang membidangi urusan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan ini, hak atas pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang terjangkau, serta perlindungan terhadap pekerja dari ketidakadilan dan eksploitasi merupakan bagian fundamental dari HAM warga negara.
“Hari HAM Sedunia harus menjadi pengingat: negara wajib hadir membela yang paling lemah. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, warga berhak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, dan pekerja harus mendapat perlindungan serta penghargaan yang adil atas kerja mereka, dan kami sudah semakin jelas melihat itu semua sudah diperjuangkan oleh Negara,” tegas Ahmad Saepudin, Rabu (10/12/2025).
Untuk itu, di daerah Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bekasi memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan kebijakan daerah berpihak kepada rakyat, khususnya dalam memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan ketenagakerjaan bagi semua warga. Pembelaan terhadap hak-hak dasar warga, kata Ahmad Saepudin, merupakan implementasi nyata sila keadilan sosial dalam Pancasila dan amanat UUD 1945 yang mewajibkan negara melindungi segenap bangsa serta memajukan kesejahteraan umum.
“Negara yang kuat adalah negara yang menjamin pendidikan bagi anak-anaknya, melindungi kesehatan warganya, dan menghormati hak pekerjanya. Tanpa itu, keadilan sosial akan sulit terwujud, namun saat ini kami sudah melihat program – program Presiden Praboso telah menyentuh semuanya hingga akar rumput bangsa Indonesia” ujarnya.
Namun di daerah, Ahmad Saepudin menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata, ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak, serta perlindungan hukum dan sosial bagi tenaga kerja. “Ini bukan sekadar program teknis, tapi hak asasi warga negara yang harus dijaga dan ditegakkan oleh negara,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan agar momentum Hari HAM Sedunia 2025 dijadikan titik tolak penguatan keberpihakan negara terhadap rakyat, demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat agar Indonesia Emas bisa terwujud di tahun 2045.
“Selamat Hari HAM Sedunia 2025. Tegakkan HAM dengan keberpihakan nyata—membela pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja, demi masa depan bangsa yang lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours