Audiensi Warga Karangsari dengan PT Multistrada: Komitmen Perusahaan untuk Perbaikan Pagar dan Program CSR yang Lebih Responsif

3 min read

BEKASI – Menyusul insiden kemunculan ular sanca batik (python) di permukiman warga, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Pemerintah Desa memfasilitasi audiensi antara perwakilan warga dan manajemen PT Multistrada. Pertemuan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi bersama.
Audiensi berlangsung di ruang pertemuan PT Multistrada dengan kehadiran Hamri dari PT Multistrada, Oman Suwardi sebagai perwakilan warga Kampung Kalender Wark, dan perangkat desa. Pertemuan berjalan dalam suasana yang terbuka dan penuh kekeluargaan, dengan fokus pada dua isu penting: ancaman kemunculan ular di area pemukiman serta perkembangan program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan.
==
PT Multistrada Siap Memperbaiki Pagar dan Menerapkan Solusi Jangka Panjang
Dalam audiensi, Hamri mewakili PT Multistrada menyampaikan bahwa perusahaan telah menerima laporan resmi dari Kepala Desa Karangsari mengenai kemunculan ular piton.
“Kami telah menerima informasi terkait ancaman ular piton dan segera menindaklanjutinya. Kami akan memperbaiki pagar yang rusak agar insiden serupa dapat diminimalisir,” ungkap Hamri dengan tegas.
Ia menegaskan bahwa laporan mengenai kerusakan pagar baru diterima resmi dan telah disampaikan kepada tim pemeliharaan untuk penanganan segera.
“Kami sedang bekerja untuk mempercepat proses perbaikan. Target kami adalah memulai pembangunan pagar permanen paling lambat akhir bulan ini,” ujarnya.
Sebagai langkah proaktif, PT Multistrada juga berencana mempercepat pemangkasan pohon di sekitar pagar, dari yang sebelumnya dilakukan setiap beberapa bulan menjadi setiap minggu.
“Kami berkomitmen untuk menjaga area satu meter dari pagar tetap bersih agar akses patroli keamanan tetap berfungsi dengan baik,” tambahnya.
Di samping itu, perusahaan akan melakukan langkah lainnya yang dianggap perlu di area perbatasan pabrik dan pemukiman untuk mengurangi risiko kehadiran ular.
===
Warga Mengharapkan Perbaikan Permanen dan Evaluasi yang Lebih Serius terhadap Program CSR
Di kesempatan yang sama, Oman Suwardi, perwakilan warga Kampung Kalender Wark, menyampaikan apresiasi atas respons yang diberikan perusahaan, namun menekankan pentingnya solusi permanen.
“Kami berharap agar pagar diperbaiki dengan menggunakan panel permanen supaya lebih tahan lama, mengingat hampir semua kemunculan ular berorigin dari arah pabrik,” ujarnya.
Oman juga mengingatkan tentang program CSR yang sebelumnya rutin dilaksanakan saat manajemen di bawah PT Multistrada.
“Dulu perusahaan menunjukkan kepedulian yang tinggi melalui program-program seperti sembako berkala dan dukungan kegiatan keagamaan, tetapi hal tersebut terhenti setelah perpindahan manajemen,” sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa warga awalnya berencana mendatangi pihak perusahaan untuk menyampaikan keluhan dengan langsung, namun langkah tersebut ditunda demi mediasi resmi yang diinisiasi oleh pemerintah desa.
“Kami memilih pendekatan dialog daripada tindakan langsung, karena kami percaya bahwa dialog adalah cara terbaik untuk menemukan solusi,” tambahnya.
===
PT Multistrada Memperkenalkan Konsep CSR yang Lebih Berkelanjutan: “Mendukung pemberdayaan Kemampuan dan pengembangan kapasitas”
Menanggapi hal ini, Hamri menjelaskan bahwa pendekatan CSR di PT Multistrada telah mengalami transformasi.
“Kami tidak lagi menerapkan program sembako seperti sebelumnya. Pendekatan CSR kami kini lebih menekankan pada keberlanjutan, dan focus pada pemberdayaan dan pengembangan kapasitas” ungkapnya.
Menurut Hamri, kebijakan ini bertujuan agar bantuan perusahaan dapat mendukung dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat. Kendati demikian, ia mengakui bahwa pelaksanaan program sosial selama lima tahun terakhir belum optimal akibat keterbatasan sumber daya di tim CSR.
“Kami menyadari bahwa hasil yang diperoleh belum maksimal, namun kami berupaya untuk menggali kembali potensi program CSR, baik untuk warga Kampung Kalender Wark maupun Kampung Menye. Setiap masukan dan kritik kami sambut positif sebagai bahan perbaikan di masa depan,” tegas Hamri.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours