Bekasi – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, menegaskan perang total terhadap bandar dan pengedar obat keras daftar “G” di wilayah hukumnya. Instruksi tegas telah ia lontarkan kepada seluruh jajarannya: “Tangkap sampai ke akar-akarnya. Tidak ada ruang aman bagi pelaku perusak generasi bangsa!”
Keseriusan Mustofa terbukti melalui operasi besar yang berhasil menggagalkan peredaran ribuan butir obat daftar G, sabu, dan tembakau sintetis dalam beberapa bulan terakhir. Di bawah komandonya, Polres Metro Bekasi bergerak cepat menyisir titik-titik rawan, memperkuat patroli, dan mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Obat keras yang disalahgunakan ini adalah ancaman nyata. Kami tak akan kompromi—setiap bandar yang coba bermain di wilayah Bekasi akan berhadapan dengan kami,” ujar Mustofa tegas.
Dukungan Publik Mengeras
Keseriusan Mustofa mendapat sambutan positif dari warga. Siti Marlina (38), warga Tambun Selatan, menuturkan:
> “Kami merasa lebih tenang sekarang. Akhirnya ada pimpinan polisi yang benar-benar turun tangan. Anak-anak muda di sekitar kami harus diselamatkan dari bahaya obat-obatan itu.”
Sementara Ahmad Fauzi (45), tokoh pemuda Cikarang Utara, menegaskan bahwa masyarakat siap bekerja sama dengan kepolisian.
> “Langkah Kapolres ini memberi harapan baru. Kami siap melaporkan jika ada peredaran obat terlarang. Tidak boleh ada toleransi.”
FORTAL Bergerak Masif dan Berani
Di sisi lain, FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) di bawah kepemimpinan Kang Edo juga memperlihatkan pergerakan yang masif, terstruktur, dan konsisten. Mereka tidak hanya menyuarakan dan mengedukasi publik tentang bahaya obat keras, tetapi juga aktif menginformasikan perkembangan di lapangan. Lebih dari itu, FORTAL turut turun langsung menghadapi para bandar dan oknum yang terlibat, menjadi mitra nyata dalam mendukung langkah tegas Polres Metro Bekasi.
Gerakan Bersama Lawan Obat Terlarang
Kombes Mustofa menegaskan bahwa langkah represif akan dibarengi upaya preventif. Sosialisasi bahaya obat keras, kerja sama dengan Dinas Kesehatan, dan patroli intensif akan terus ditingkatkan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini membutuhkan kerja kolektif—antara kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dan forum-forum pegiat antinarkoba seperti FORTAL.
Dengan dukungan publik yang solid dan pergerakan nyata seperti FORTAL, perang total Kapolres Mustofa melawan obat terlarang bukan sekadar retorika, tetapi aksi nyata untuk melindungi masa depan Bekasi dari ancaman serius peredaran obat berbahaya.
