“Ngajaga Budaya, Ngawujudkeun Prestasi”, Pelantikan Pengurus DPD PPSI Kab. Bogor Dikemas Dalam Ngistrenan dan Pasanggiri Seni Ibing Penca Silat

4 min read

 

Cibinong Bogor, SwaraJabar.id

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031 digelar penuh nuansa budaya di gedung Tegar Beriman Pemkab Bogor, Sabtu (11/4/2026). Pelantikan yang dikemas dengan nama Ngistrenan Pupuhu PPSI Bogor ini dirangkai bersamaan kegiatan Pasanggiri Seni Ibing Penca Silat berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 11-12 April 2026.

 

Dimulai dengan penampilan penari dari Sanggar Citra Budaya dan Rampak Pencak Silat yang menyambut para tamu undangan, dan beberapa penampilan lainnya dari Rampak Kujang Rahayu Kinasih Siliwangi, Tari Sampurasun dari Sanggar Surawisesa dan Pencak silat dari Sinar Pusaka Putra.

 

Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor Dodi Mulya Wibawa S.Kom., maksud dan tujuan acara ini adalah sebagai ajang untuk “Ngajaga Budaya, Ngawujudkeun Prestasi” (Menjaga Budaya, Mewujudkan Prestasi).

 

“Tujuan PPSI ini memiliki tugas utama untuk melestarikan seni pencak silat tradisi, khususnya bagi paguron-paguron sebagai wadah pencak silat yang ada di Kabupaten Bogor. Ini berbeda dengan organisasi pencak silat lain yang fokus pada pembinaan atlet,” ujarnya.

 

Iapun menjelaskan makna “Ngistrenan Pupuhu”. Istilah “Ngistrenan Pupuhu” yang digunakan untuk pelantikan ini adalah bahasa Sunda yang berarti pelantikan. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali masa lalu kejayaan Kerajaan Pajajaran di Bogor, yang memiliki kaitan erat dengan kesatria pelindung kerajaan yang menciptakan jurus-jurus silat.

 

Keterkaitan Budaya dan PPSI

 

Lanjut Pria yang disapa Dodi Sangadipati ini menjelaskan, ada kaitan budaya yang kental dengan PPSI, di mana pelestarian seni tradisi ini dianggap sebagai bagian dari “tali paranti” (tradisi) leluhur. Pelantikan atau “Ngistrenan” ini dikolaborasikan dengan pembukaan Pasanggiri (pertandingan) Piala Ketua PPSI Kabupaten Bogor untuk membangkitkan semangat.

 

Harapan dan Dukungan

Ia berharap para tamu, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah Kabupaten Bogor dapat menyaksikan dan mendukung kegiatan PPSI ini.

 

Slogan PPSI

PPSI Kabupaten Bogor memiliki slogan “PPSI Luhung Mulya Wibawa, Napas Jiwa, Cahaya Karuhun, Ngajaga Martabat Bangsa” yang menekankan keagungan, kewibawaan, dan peran sebagai benteng negara.

 

 

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi PPSI. Menurutnya, pencak silat adalah warisan luhur yang menjadi identitas bangsa.

 

“Kehadiran pemerintah dalam acara ini adalah bentuk dukungan nyata untuk pelestarian seni budaya. Pencak silat harus terus dikembangkan agar tetap menjadi kebanggaan di tengah masyarakat,” ujar Yudi.

 

Menurutnya ajang pasanggiri ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi. Melalui kompetisi, kualitas seni pencak silat di Kabupaten Bogor diharapkan terus meningkat dan mampu bersaing di level yang lebih luas.

 

Kegiatan Pasanggiri kali ini diikuti oleh ratusan peserta yang terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari kategori Tunggal, Rampak, hingga Ijen. Terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.

 

 

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini dapat menjadi ajang silaturrahmi dan komunikasi bagi para praktisi seni budaya, pegiat seni budaya untuk bertukar ilmu antar-paguron. Dengan semangat kepengurusan yang baru dilantik, PPSI Kabupaten Bogor optimistis dapat membawa seni ibing pencak silat tetap relevan dan dicintai oleh lintas generasi.

 

Pelantikan Dodi Sangadipati sebagai Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor menandai dimulainya estafet kepemimpinan yang bertujuan untuk melestarikan seni pencak silat tradisi dan warisan budaya leluhur di Kabupaten Bogor. Melalui istilah “Ngistrenan Pupuhu”, acara ini tidak hanya sekadar pelantikan, tetapi juga upaya untuk menghidupkan kembali memori kejayaan masa lalu Kerajaan Pajajaran dan mengaitkannya dengan peran penting pencak silat sebagai bagian dari sejarah dan budaya.

 

Dengan mengkolaborasikan pelantikan dengan kompetisi, PPSI berupaya membangkitkan semangat dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan visi mereka menjadi “benteng nagara” yang kuat dan berwibawa.

 

Momentum ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi organisasi pencak silat tradisi di Kabupaten Bogor yaitu melalui sinergi antara pengurus yang baru, diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kebudayaan lokal di Kabupaten Bogor sesuai dengan cita-cita “Muliasara Budaya Ngawangun Nagara”.(Red)

 

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours