Karawang –
Peningkatan pendapatan negara sebesar Rp 200 triliun per Maret 2025, yang sebagian besar ditopang oleh penerimaan pajak, dinilai berpotensi membawa dampak positif yang luas bagi sektor industri dan pembangunan daerah, terutama di wilayah dengan kawasan industri strategis seperti Karawang.

Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, menyampaikan pandangannya bahwa pencapaian ini merupakan momentum penting bagi pemerintah untuk mendorong penguatan sektor industri nasional secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Dengan bertambahnya pendapatan negara, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk melakukan investasi pada infrastruktur dan fasilitas pendukung industri. Ini sangat penting, terutama bagi daerah industri seperti Karawang, yang membutuhkan lingkungan usaha yang semakin kompetitif dan modern,” kata Arif.
Menurutnya, dampak positif dari peningkatan pendapatan negara antara lain akan terlihat dalam peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur industri, perluasan kesempatan kerja, hingga bertambahnya pendapatan daerah.
“Pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, kelistrikan, dan penyediaan air bersih di kawasan industri akan berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas. Ini akan menarik lebih banyak investor dan memperkuat daya saing industri lokal,” jelasnya
Arif yang kini berprofesi bisnis properti perumahan di Karawang itu juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam memanfaatkan peningkatan pendapatan nasional untuk membangun pelayanan publik yang lebih baik, serta memperluas program-program yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Ketika industri tumbuh, maka lapangan kerja akan bertambah, pengangguran menurun, dan kesejahteraan meningkat. Namun, semua ini hanya bisa terwujud jika pendapatan negara dikelola dengan efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa belanja negara harus diarahkan pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

