Bandung – Sebuah langkah besar bagi pemberdayaan ekonomi umat kembali terukir. Di tengah hiruk-pikuk tantangan ekonomi global, Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia atau yang akrab disapa Alisa Khadijah ICMI, justru bergerak maju. Organisasi ini secara resmi melantik calon Dewan Pengurus Wilayah se-Indonesia pada Selasa (28/07/2026) di Hotel Ibis Bandung.
Momentum ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Lebih dari itu, ini adalah deklarasi nyata bahwa perempuan muslimah Indonesia siap menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional.

Semboyan Perjuangan, Bukan Sekadar Nama
Ketua Alisa Khadijah ICMI, Ina Marlina, S.Sos, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang merupakan Badan Otonom (Batom) ICMI ini hadir dengan misi yang jelas: merangkul, membina, dan menggerakkan pengusaha muslimah agar tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu menopang perekonomian negara.
“Alisa Khadijah merangkul seluruh komponen bangsa yang memiliki semangat meningkatkan wirausaha. Ini adalah perjuangan untuk memajukan ekonomi umat, bukan isapan jempol belaka,” ujar Ina dengan penuh optimisme di hadapan para pengurus baru.
Apa yang Membuat Alisa Khadijah Berbeda?
Inilah pertanyaan yang dijawab langsung oleh Ina Marlina. Menurutnya, organisasi ini telah melampaui tahap wacana. Kepengurusan yang baru dilantik hari ini akan mengimplementasikan semboyan “Alisa Khadijah Perjuangan” ke dalam program-program yang terukur dan berkelanjutan.
Yang lebih membanggakan, Alisa Khadijah tidak bergerak sendiri. Mereka telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Alhamdulillah, kami saat ini tidak hanya punya anggota di setiap wilayah, tapi juga mampu mengakses program-program dari CSR maupun pemerintah. Ini bukti nyata kami dipercaya dan kami siap bekerja,” tambah Ina.
Program Unggulan: Dari Desa Mandiri Hingga Manajemen Kelas Dunia
Untuk mewujudkan visi besar, Alisa Khadijah ICMI telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang sangat edukatif dan inspiratif. Program-program ini dirancang untuk menjadi solusi atas masalah klasik yang sering dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah.
1. Desa Mandiri: Sebuah program pemberdayaan berbasis kewilayahan yang bertujuan menciptakan desa-desa yang mandiri secara ekonomi, terutama melalui koperasi dan usaha mikro yang dikelola oleh perempuan.
2. Khadijah Club: Wadah silaturahmi dan pembelajaran rutin bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman dan strategi bisnis, meniru semangat wirausaha Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW.
3. Master Mind: Ini adalah program andalan untuk meningkatkan kapasitas manajemen. “Kami mendorong pengusaha dari level mikro dan menengah untuk naik kelas. Targetnya, mereka bisa menjadi pengusaha besar yang berdaya saing,” jelas Ina.
4. Kerjasama Internasional & Workshop: Tidak hanya berhenti di dalam negeri, Alisa Khadijah sedang menjajaki kerja sama dengan negara tetangga untuk membawa wawasan dan peluang pasar global bagi para anggotanya.
“Coacher” Siap Jadi Jembatan Penghubung Pemerintah dan Rakyat
Salah satu inovasi paling menarik yang disorot dalam pelantikan ini adalah program “Coacher.” Para coacher ini adalah kader-kader terbaik yang akan dibekali pelatihan khusus di tingkat pusat, bahkan hingga ke kementerian.
“Tujuan kami, para coacher ini nantinya bisa menjadi jembatan. Mereka akan menyampaikan program-program dan harapan pemerintah kepada warga di daerah, sehingga kebijakan bisa berjalan tepat sasaran,” pungkas Ina.
Pesan Inspiratif: Pelantikan ini adalah pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau teknologi canggih, tetapi juga dari keberanian perempuan-perempuannya untuk mengambil peran dalam membangun perekonomian. Semangat Alisa Khadijah ICMI adalah bukti bahwa ekonomi umat bisa tumbuh subur jika digerakkan oleh kolaborasi, keikhlasan, dan kerja keras.


+ There are no comments
Add yours