Mahasiswa KKN UBP Karawang Inisiasi Gerakan Sadar Lingkungan melalui Pendekatan Green Psychology di SMA IT Daarussuud

3 min read

Subang – Sebuah langkah kolaboratif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah kembali terwujud. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Green Psychology dan Gaya Hidup Berkelanjutan” bagi siswa kelas X, XI, dan XII SMA IT Daarussuud Pakuhaji, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana interaktif ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kesadaran ekologis di kalangan generasi muda, sekaligus menjembatani pemahaman teoritis dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan Psikologis untuk Perubahan Perilaku

Yang membedakan kegiatan ini adalah pendekatan yang digunakan. Alih-alih sekadar menyampaikan materi tentang kerusakan lingkungan, para mahasiswa memperkenalkan konsep Green Psychology. Pendekatan ini menyoroti pentingnya faktor perilaku dan kebiasaan sebagai fondasi utama dalam menjaga kelestarian alam.

Dengan memahami aspek psikologis, peserta diajak untuk mengenali bagaimana pilihan-pilihan kecil yang mereka buat setiap hari—mulai dari membawa botol minum sendiri hingga memilah sampah—sebenarnya merupakan cerminan kesadaran yang dapat terus dikembangkan.

“Dengan pendekatan ini, kami ingin mengajak adik-adik siswa untuk merefleksikan peran mereka sebagai bagian dari ekosistem. Perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar; yang terpenting adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN UBP Karawang dalam sambutannya.

Kebiasaan Sederhana untuk Dampak Kolektif

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, para peserta diajak untuk memahami beberapa praktik yang dapat diterapkan secara mandiri maupun kolektif, di antaranya:

· Mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dengan membawa tumbler dan wadah makan sendiri,
· Mengelola sampah berbasis sumber melalui pemilahan sesuai jenisnya (organik, anorganik, dan B3),
· Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai panduan dalam memanfaatkan barang,
· Mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti air dan energi secara lebih bijaksana.

Seluruh materi disampaikan dengan metode partisipatif, memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan gagasan mengenai tantangan dan peluang dalam menjalankan gaya hidup berkelanjutan di lingkungan mereka masing-masing.

Menumbuhkan Kepedulian yang Berkelanjutan

Harapan besar disematkan pada para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Mereka diharapkan dapat menjadi generasi muda yang memiliki kepedulian lingkungan yang kokoh—bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai karakter yang tercermin dalam keseharian.

Lebih jauh, kegiatan ini juga bertujuan membangun efek berganda (multiplier effect), di mana para siswa dapat menjadi duta lingkungan bagi keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, kesadaran ekologis tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menyebar luas dan menjadi gerakan kolektif yang lebih inklusif.

“Kami menyadari bahwa tantangan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil yang bermanfaat, sekaligus belajar dari pengalaman dan pandangan para siswa yang juga memiliki semangat besar untuk perubahan,” tutup perwakilan mahasiswa.

Inspirasi untuk Sinergi:

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap isu-isu kebangsaan dan kemanusiaan, termasuk kelestarian lingkungan. Semoga semangat ini dapat terus dipupuk dan menjadi teladan bagi kolaborasi serupa di berbagai wilayah lainnya.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours