Menebar Kesadaran Hijau, Merawat Masa Depan Desa

3 min read

“Mahasiswa KKN UBP Karawang Hadirkan Program Lingkungan dan Kesehatan Holistik di Desa Setialaksana”

 

BEKASI, 28 Juli 2026 — Di tengah arus modernisasi yang kerap melupakan akar kepedulian terhadap bumi, hadir secercah harapan dari generasi muda yang tak sekadar belajar di bangku kuliah, tetapi turun langsung menyapa desa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Tahun 2026 dengan penuh dedikasi menggagas rangkaian program kerja bidang lingkungan di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Bukan sekadar kegiatan seremonial, seluruh inisiatif ini dirancang sebagai upaya kolektif untuk menanamkan kesadaran ekologis sekaligus membudayakan hidup sehat dari akar masyarakat.

Papan Edukasi di Tiga Sudut Desa: Mengingatkan dengan Kelembutan Ilmu

Langkah awal yang dilakukan para mahasiswa adalah mendirikan Gapura Edukasi Sampah di tiga titik yang dinilai strategis—halaman Kantor Desa Setialaksana, pertigaan menuju Jembatan Perbatasan Karawang–Bekasi, dan kawasan depan Posko KKN yang bersebelahan dengan Masjid Miftahul Jannah, Kampung Garon. Papan informasi berdesain rapi dan informatif ini memuat data penting mengenai rentang waktu yang diperlukan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami. Masyarakat diajak merenung: sampah plastik membutuhkan sekitar 200 tahun, kaleng memakan waktu 150 tahun, sedangkan botol bisa bertahan hingga 400 tahun sebelum akhirnya kembali ke tanah.

Kehadiran gapura ini ternyata menyentuh hati warga. Seorang penduduk setempat bahkan menyampaikan apresiasinya karena mengira fasilitas tersebut merupakan karya aparat desa—sebuah cerminan bahwa kualitas dan estetika yang dihadirkan mahasiswa mampu menyamai standar pembangunan desa yang profesional.

Dari Ruang Sosialisasi ke Pelayanan Kesehatan: Sinergi Ilmu dan Kasih Sayang

Mahasiswa KKN tidak berhenti pada papan edukasi. Mereka menyelenggarakan Sosialisasi Komprehensif yang mencakup empat pilar utama:

· Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai gaya hidup,
· Pengelolaan sampah anorganik agar bernilai guna dan ekonomis,
· Penanganan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) rumah tangga secara bijak dan aman,
· Serta penanaman budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam keseharian.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini mendapat kehormatan dengan hadirnya Dosen Pembimbing Lapangan, Apt. Sudrajat Sugiharta, M.Farm., yang turut memberikan penguatan akademis kepada para peserta. Tidak kurang dari kader Posyandu, ibu hamil, lansia, dan anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi—sebuah potret harmonia antara generasi dan ilmu.

Istimewanya, di tengah sosialisasi, masyarakat juga disuguhi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat. Setiap hasil pemeriksaan direspons dengan pemberian obat yang sesuai, sebagai bentuk pelayanan yang tidak hanya informatif tetapi juga solutif.

Menghidupkan Nilai dari Barang Tak Terpakai: Inspirasi Ekonomi Kreatif

Sebagai penutup yang inspiratif, para mahasiswa membagikan merchandise hasil daur ulang barang bekas—bukan sekadar cendera mata, melainkan percontohan nyata bahwa sampah dapat disulap menjadi produk bernilai jual dan bermanfaat. Langkah ini diharapkan mampu menggugah semangat kewirausahaan berbasis lingkungan di kalangan warga, sekaligus membuktikan bahwa keberlanjutan ekonomi dan ekologi dapat berjalan beriringan.

Pesan untuk Masa Depan: Desa Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan

Dengan seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan, mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang menyampaikan harapan luhur agar masyarakat Desa Setialaksana tidak sekadar menerima pengetahuan, melainkan menjadikannya sebagai kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran bersama. Mereka berharap langkah kecil ini mampu memicu perubahan besar—terciptanya desa yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat dalam perilaku, serta lestari dalam pengelolaan sumber daya.

Program ini adalah pengingat bahwa perubahan sejati selalu dimulai dari kepedulian, dan kepedulian sejati selalu dimulai dari pendidikan yang membumi.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours