Ngopi di Kampung Ciranggon: Cara Humanis Kapolsek Cikarang Timur Menjaga Rasa Aman Warga

2 min read

Bekasi — Malam itu, udara Cikarang Timur terasa sejuk. Di sudut Kampung Ciranggon, aroma kopi hitam mengepul di atas meja kayu sederhana. Di antara tawa kecil dan obrolan warga, tampak sosok berseragam cokelat ikut duduk santai — bukan untuk menegur, tapi untuk mendengar.

Dia adalah AKP Sugiharto, SH, Kapolsek Cikarang Timur.
Namun malam itu, pangkat dan jabatan seolah tak menjadi sekat. Ia datang bukan untuk memberi perintah, melainkan menyapa dan merangkul warganya lewat program yang kini kian hangat diperbincangkan: “Ngopi Kamtibmas.”

Kegiatan yang digelar di RT 01 dan RT 02, Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Sabtu malam (1/11/2025), menjadi ajang temu rasa antara aparat dan masyarakat. Bukan forum resmi, bukan pula apel, tapi sebuah ruang sederhana untuk berbagi cerita tentang keamanan, kehidupan, dan harapan.

“Menjaga keamanan tidak harus selalu dengan tindakan keras. Kadang cukup dengan duduk bersama, saling dengar, dan saling percaya,” ujar AKP Sugiharto sambil tersenyum.

Ia berbicara tanpa jarak. Kepada para orang tua, ia mengingatkan pentingnya mengawasi anak-anak di malam hari agar tak terlibat tawuran atau penyalahgunaan obat-obatan. Kepada para pemuda, ia menanamkan semangat menjaga kampung agar tetap aman. Dan kepada seluruh warga, ia mengingatkan hal-hal sederhana namun penting: gunakan kunci ganda, waspadai curanmor, dan jaga kebersamaan antarwarga.

“Kalau kampung kita aman, hidup pun tenteram. Semua bisa bekerja, sekolah, dan beribadah tanpa rasa takut,” katanya pelan, tapi penuh makna.

Suasana malam itu terasa hangat. Gelak tawa sesekali pecah di sela-sela obrolan ringan. Kepala Desa Cipayung, perwakilan Danramil, Sekretaris Kecamatan, tokoh masyarakat, hingga Karang Taruna hadir meramaikan kegiatan tersebut. Di bawah sinar lampu seadanya, kebersamaan terasa hidup.

Program Ngopi Kamtibmas menjadi wujud nyata pendekatan humanis Polri, sebuah cara sederhana tapi efektif untuk menumbuhkan kepercayaan dan rasa memiliki antara aparat dan masyarakat.

Bagi AKP Sugiharto, keamanan bukan hanya soal patroli dan laporan, tapi tentang rasa saling peduli.

> “Kami ingin warga melihat polisi bukan sebagai penegak hukum semata, tapi sebagai sahabat. Karena menjaga keamanan itu harus dimulai dari kebersamaan,” tuturnya.

Di akhir acara, segelas kopi tinggal separuh, tapi semangat kebersamaan terasa penuh.
Ngopi Kamtibmas di Ciranggon bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan hati — tentang bagaimana menjaga keamanan bisa dimulai dari hal yang paling sederhana: duduk bersama, berbagi cerita, dan saling percaya.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours