Perwakilan PT Mitra Anugerah Perkasa (RBR), Rival, menyampaikan kesaksian penuh makna mengenai sosok Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, H. Bao Umbara, dalam kegiatan santunan rutin 100 anak yatim yang digelar di kediaman Kepala Desa Karangsari, Jumat (8/5/2026).

Di hadapan masyarakat dan unsur kelembagaan desa yang hadir, Rival menceritakan bagaimana perjalanan panjang H. Bao Umbara membangun pengabdian kepada masyarakat bahkan jauh sebelum dipercaya menjabat sebagai kepala desa.
Menurut Rival, hubungan antara PT RBR dengan H. Bao Umbara telah terjalin sejak lama, ketika beliau masih bekerja dan belum terjun ke dunia pemerintahan desa.
“Kami bermitra dengan beliau sudah lama sekali, bahkan sebelum beliau menjadi kepala desa. Yang saya tahu, beliau memulai semuanya dari bawah. Dari bagian keamanan sampai akhirnya dipercaya mengelola limbah perusahaan. Itu tentu bukan hal yang mudah, tetapi karena kerja keras, kemampuan dan integritasnya, beliau mendapat kepercayaan dari perusahaan,” ujar Rival.
Ia menilai kepercayaan yang diberikan kepada H. Bao Umbara bukan semata karena kemampuan profesional, tetapi juga karena karakter pribadinya yang dikenal amanah, jujur dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat sekitar.
“Beliau ini orang yang sangat mencintai keluarga dan desanya. Bahkan sebelum menjadi kepala desa, beliau selalu berusaha menyisihkan apa yang beliau dapat untuk kepentingan masyarakat. Ada pembangunan jalan, jembatan dan berbagai kebutuhan sosial lainnya yang dibantu dari hasil kerja pribadi beliau sendiri,” katanya.
Rival menyebut, ketulusan H. Bao Umbara dalam membantu masyarakat membuat namanya tumbuh secara alami di tengah warga. Menurutnya, masyarakat memberikan dukungan karena telah merasakan langsung manfaat dari kepedulian dan pengabdian beliau selama bertahun-tahun.
“Karena ketulusan dan kebaikannya, masyarakat akhirnya mendorong beliau untuk menjadi kepala desa. Jadi beliau bukan sosok yang tiba-tiba muncul karena jabatan, tetapi tumbuh dari kepercayaan masyarakat yang sudah melihat langsung bagaimana beliau bekerja dan membantu warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rival mengaku sebagai pihak luar yang banyak berinteraksi dengan berbagai desa dan kepala desa di sejumlah wilayah, dirinya melihat H. Bao Umbara sebagai sosok pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap masyarakatnya.
“Saya orang luar dan kami bekerja di banyak daerah, mulai dari Banten, Bandung, Karawang sampai Bekasi. Kami sering berhubungan dengan banyak kepala desa. Tapi terus terang, Pak Lurah Bao Umbara ini termasuk kepala desa yang sangat perhatian kepada masyarakatnya. Beliau tulus dan benar-benar ingin membangun desanya,” tuturnya.
Ia bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap sejumlah program sosial yang telah dijalankan H. Bao Umbara sejak sebelum menjabat sebagai kepala desa, salah satunya program dana kematian bagi warga.
“Di daerah lain biasanya hanya ada bantuan kain kafan atau bantuan transportasi. Tapi di Karangsari sudah ada program dana kematian sejak dulu. Dan itu bukan menggunakan uang desa, melainkan dari hasil kerja pribadi beliau sebelum menjadi kepala desa. Dari situ kami melihat bagaimana besar rasa cintanya kepada masyarakat,” jelas Rival.
Rival juga menjelaskan bahwa ketika terjadi perubahan pengelolaan perusahaan di kawasan industri setempat, beberapa program sosial sempat terhenti. Namun setelah PT RBR kembali memenangkan proses tender pengelolaan limbah, H. Bao Umbara justru lebih memprioritaskan keberlangsungan program sosial masyarakat dibanding kepentingan lainnya.
“Beliau hanya meminta satu hal kepada kami, yaitu agar program-program sosial untuk masyarakat bisa dijalankan kembali. Beliau selalu mengatakan, ‘tolong support warga saya’. Itu yang membuat kami semakin menghormati beliau,” katanya.
Menurut Rival, hingga saat ini PT RBR bersama Pemerintah Desa Karangsari terus berupaya menjaga berbagai program sosial seperti santunan anak yatim, tanggap bencana, bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), kegiatan keagamaan hingga dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
“Beliau mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu membangun dirinya terlebih dahulu, membangun keluarganya, lalu mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Dan kami melihat itu ada dalam diri Pak Lurah Bao Umbara,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours