H Jaya Marjaya: Ibadah Haji dan Qurban Menjadi Jalan Penyempurna Iman dan Kemuliaan Akhlak

3 min read

Kabupaten Bekasi — Momentum Hari Raya Iduladha dan pelaksanaan ibadah haji merupakan anugerah besar yang menghadirkan pelajaran mendalam tentang keimanan, keikhlasan, kesabaran, serta ketundukan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, H Jaya Marjaya, mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat ketakwaan dan memperbaiki kualitas ibadah serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut H Jaya Marjaya, ibadah haji merupakan panggilan suci Allah Ta’ala kepada hamba-hamba pilihan-Nya untuk hadir di Baitullah dalam keadaan penuh kerendahan hati dan kepasrahan. Dalam setiap rangkaian ibadah haji, tersimpan nilai-nilai spiritual yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan ketundukan total kepada Sang Pencipta.

“Haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan hati menuju ridho Allah Ta’ala. Di sana manusia belajar bahwa kemuliaan bukan karena jabatan atau kekayaan, melainkan karena ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah,” ujar H Jaya Marjaya.

Ia menuturkan bahwa momentum Iduladha juga tidak dapat dipisahkan dari keteladanan agung Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala dengan penuh keimanan dan pengorbanan.

“Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah pelajaran tentang cinta kepada Allah yang berada di atas segala-galanya. Sementara Nabi Ismail Alaihissalam mengajarkan tentang ketaatan, kesabaran, dan keteguhan iman. Nilai-nilai itulah yang diwariskan kepada umat Islam melalui ibadah qurban,” tuturnya.

Menurutnya, qurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi tentang bagaimana seorang muslim mampu mengorbankan ego, kesombongan, dan sifat cinta dunia yang berlebihan demi mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Sesungguhnya yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan qurban, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati kita. Karena itu, qurban harus menjadi momentum membersihkan jiwa dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah,” katanya.

H Jaya Marjaya juga menegaskan bahwa ibadah qurban merupakan bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan, sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya ketika menerima, tetapi ketika mampu berbagi dan memberi manfaat kepada sesama. Dari qurban lahir rasa persaudaraan, kasih sayang, dan semangat tolong-menolong,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh jamaah haji Indonesia, khususnya dari Kabupaten Bekasi, diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mampu menjadi teladan kebaikan di lingkungan masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, H Jaya Marjaya mengajak masyarakat untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum muhasabah diri, memperbanyak ibadah, menjaga persatuan umat, serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga ibadah haji dan qurban membawa keberkahan bagi umat, memperkuat iman dan ketakwaan, serta melahirkan masyarakat yang lebih religius, penuh kasih sayang, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours