Kabupaten Karawang — Momentum Hari Raya Iduladha menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk terus menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Demokrat, H Oma Mihardja Rizki, menilai ibadah qurban memiliki makna yang sangat luas, tidak hanya dalam dimensi spiritual, tetapi juga dalam memperkuat semangat kebangsaan dengan prinsip “Nasionalis Religius”.
Menurut H Oma Mihardja Rizki, qurban merupakan bentuk ikhtiar seorang hamba dalam mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nilai pengorbanan yang terkandung di dalamnya mengajarkan umat Islam untuk senantiasa mengedepankan ketulusan hati, kepatuhan kepada perintah Allah, serta kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Ibadah qurban bukan hanya simbol ritual keagamaan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual. Melalui qurban, kita belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan pribadi,” ujar H Oma Mihardja Rizki.
Ia menjelaskan bahwa qurban juga menjadi wujud rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah Ta’ala, baik berupa kesehatan, rezeki, keselamatan, maupun kesempatan untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
“Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara bersama-sama,” tuturnya.
Lebih lanjut, H Oma Mihardja Rizki menegaskan bahwa ibadah qurban merupakan bagian dari keteladanan risalah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang diwariskan dari keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi pelajaran besar tentang ketaatan, kesabaran, dan keimanan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Keteladanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam mengajarkan bahwa pengorbanan yang dilandasi iman akan melahirkan kemuliaan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian membawa nilai itu sebagai tuntunan hidup umat Islam agar senantiasa menjunjung akhlak, persaudaraan, dan kasih sayang,” katanya.
Dengan mengusung semangat Nasionalis Religius, H Oma Mihardja Rizki memandang bahwa nilai-nilai qurban juga relevan dalam memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni masyarakat di tengah keberagaman.
“Nasionalisme yang kuat harus dibangun di atas nilai religius dan kemanusiaan. Ketika masyarakat memiliki kepedulian sosial dan semangat persaudaraan yang tinggi, maka stabilitas sosial dan persatuan bangsa akan semakin kokoh,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa qurban menjadi bukti nyata keimanan kepada Allah Ta’ala. Keimanan sejati, menurutnya, tercermin dari sikap hidup yang membawa manfaat bagi sesama dan mampu menjaga keseimbangan antara hubungan kepada Allah serta hubungan antarmanusia.
Di akhir penyampaiannya, H Oma Mihardja Rizki mengajak masyarakat Kabupaten Karawang menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun karakter masyarakat yang religius, toleran, dan cinta tanah air.
“Semoga semangat qurban mampu memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, dan mempererat persatuan masyarakat. Dengan nilai Nasionalis Religius, kita optimistis dapat membangun Karawang yang harmonis, maju, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours