Kabupaten Bekasi — Momentum Hari Raya Iduladha dan pelaksanaan ibadah haji menjadi pengingat penting bagi umat Islam tentang makna pengorbanan, keikhlasan, serta ketundukan total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Bekasi sekaligus Ketua DPC Warga Bumiputera Indonesia, H Apud Syaepudin, menilai bahwa ibadah haji dan qurban merupakan dua ibadah agung yang memiliki hubungan erat dalam membentuk pribadi muslim yang bertakwa, peduli, dan berjiwa persatuan.
Dengan mengusung semangat “Indonesia Untuk Bangsa Indonesia”, H Apud Syaepudin menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual untuk menyempurnakan keimanan dan memperkuat nilai kemanusiaan.
“Ibadah haji mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan penghambaan total kepada Allah Ta’ala. Ketika jutaan umat Islam berkumpul tanpa membedakan status sosial, suku, maupun bangsa, di situlah terlihat bahwa Islam mengajarkan persatuan dan kesetaraan umat manusia,” ujar H Apud Syaepudin.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah qurban yang beriringan dengan momentum haji juga menjadi simbol keteladanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan keteguhan iman. Nilai pengorbanan tersebut, kata dia, harus menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam adalah pelajaran besar tentang kepatuhan kepada Allah Ta’ala. Dari situlah lahir makna qurban sebagai bukti cinta dan keimanan seorang hamba kepada Sang Pencipta,” tuturnya.
H Apud Syaepudin menjelaskan bahwa ibadah haji juga merupakan bentuk ikhtiar umat Islam dalam mencari ridho Allah Ta’ala sekaligus menyucikan hati dan memperbaiki kualitas diri. Ia berharap para jamaah haji Indonesia, khususnya dari Kabupaten Bekasi, diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur.
“Haji mabrur bukan hanya terlihat dari sempurnanya ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan akhlak sepulangnya ke tanah air. Semakin tinggi kepedulian sosial, semakin baik akhlak dan pengabdiannya kepada masyarakat, maka di situlah nilai kemabruran itu tercermin,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa ibadah qurban merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Ta’ala. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Semangat berbagi dalam qurban harus menjadi budaya sosial bangsa Indonesia. Ketika masyarakat saling membantu dan peduli satu sama lain, maka persatuan bangsa akan semakin kuat,” ungkapnya.
Sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, H Apud Syaepudin mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum Iduladha dan ibadah haji sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat persatuan nasional, serta menanamkan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah haji dan qurban mengajarkan kita bahwa kemuliaan hidup lahir dari keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga nilai-nilai itu terus hidup dalam masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang religius, harmonis, dan bermartabat. Indonesia Untuk Bangsa Indonesia,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours