Putih Sari: JKN-KIS Wujud Kehadiran Negara dan Semangat Gotong Royong dalam Menjamin Hak Kesehatan Seluruh Rakyat Indonesia

3 min read

Kabupaten Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai budaya nasional yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas.

Ajakan tersebut disampaikan Putih Sari saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Desa Suka Asih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/7/2026).

Dalam paparannya, Putih Sari menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, GERMAS menjadi salah satu strategi nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Kesehatan adalah modal dasar pembangunan. Bangsa yang kuat lahir dari masyarakat yang sehat, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap dirinya, keluarganya, dan lingkungannya. Oleh karena itu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Putih Sari.

Ia mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik atau olahraga setiap hari sesuai usia dan kemampuan masing-masing. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut mampu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular yang saat ini terus meningkat.

Selain itu, Putih Sari mengingatkan pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang. Ia menegaskan bahwa makan bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan memenuhi kebutuhan gizi tubuh melalui konsumsi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta memperbanyak buah dan sayuran.

“Indonesia dianugerahi tanah yang subur dan kekayaan pangan yang melimpah. Ini merupakan karunia yang harus kita syukuri dengan memanfaatkan hasil pertanian dan hortikultura lokal sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga mendukung petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Putih Sari juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap pelayanan kesehatan. Menurutnya, rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya tidak hanya menjadi tempat berobat ketika sakit, tetapi juga tempat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini.

“Jangan menunggu sampai tubuh memberikan sinyal yang terlambat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan jantung sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah bijak untuk melindungi diri dan keluarga,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat layanan kesehatan preventif, salah satunya melalui Program Cek Kesehatan Gratis, agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan faktor risiko penyakit.

“Manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. Minimal satu kali dalam setahun lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Deteksi dini merupakan investasi yang sangat berharga untuk menjaga kualitas hidup dan menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” katanya.

Putih Sari juga mengingatkan bahwa penyakit tidak menular kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi mulai banyak ditemukan pada usia produktif bahkan generasi muda. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang untuk bersama-sama membangun budaya hidup sehat.

Mengakhiri pemaparannya, Putih Sari menegaskan bahwa keberhasilan GERMAS memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.

“Mari kita jadikan GERMAS sebagai gerakan nasional yang memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan. Ketika rakyat Indonesia sehat, produktif, dan berkualitas, maka bangsa ini akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman serta semakin siap mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera,” pungkas Putih Sari.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours