KARAWANG – Pemadaman listrik yang melanda Kecamatan Purwasari dan sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang sejak Jumat sore (19/6/2026) hingga malam hari mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua BM PAN (Barisan Muda Partai Amanat Nasional) Kabupaten Karawang, Denis Alfian. Organisasi kepemudaan yang menjadi wadah kader muda PAN tersebut menilai masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas dan transparan terkait penyebab serta penanganan gangguan yang terjadi.
Menurut Denis Alfian, sebagai organisasi yang konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat, BM PAN Karawang memandang bahwa pelayanan publik harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian ketika gangguan layanan vital seperti listrik terjadi dalam waktu yang cukup lama dan berdampak luas.
“Kami dari BM PAN Kabupaten Karawang meminta adanya penjelasan yang terbuka kepada masyarakat. Listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas warga. Ketika terjadi pemadaman dalam skala luas dan berlangsung berjam-jam, masyarakat berhak mengetahui apa penyebabnya, bagaimana proses penanganannya, dan kapan layanan dapat kembali normal,” tegas Denis Alfian.
Sebagai representasi generasi muda yang peduli terhadap persoalan masyarakat, BM PAN Karawang menilai dampak pemadaman listrik tidak dapat dipandang sebelah mata. Gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi kenyamanan warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, operasional pelaku UMKM, kegiatan pendidikan, layanan komunikasi digital, hingga berbagai aktivitas produktif masyarakat lainnya.
Denis mengungkapkan bahwa yang paling mengkhawatirkan adalah apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya kepastian dan langkah antisipasi yang memadai. Menurutnya, situasi gelap yang terjadi di sejumlah wilayah berpotensi membuka peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal.
“Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Namun sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan masyarakat, kami harus mengingatkan bahwa kondisi minim penerangan dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Potensi pencurian kendaraan bermotor, pembegalan, pencurian rumah kosong, hingga tindak kriminal lainnya bisa saja meningkat apabila situasi ini berlangsung terlalu lama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Denis Alfian menegaskan bahwa BM PAN Karawang hadir bukan sekadar sebagai organisasi kepemudaan politik, melainkan sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi warga. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat memberikan solusi sekaligus menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat.
“BM PAN Karawang berdiri bersama masyarakat. Kami memahami keresahan yang dirasakan warga saat ini. Karena itu kami berharap ada komunikasi yang lebih terbuka, respons yang lebih cepat, dan langkah konkret yang mampu memberikan kepastian kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di tengah situasi yang sedang mereka hadapi,” kata Denis.
Ia juga mengajak seluruh kader BM PAN Karawang serta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat semangat gotong royong selama gangguan listrik masih berlangsung.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu, saling menjaga, dan memperkuat keamanan lingkungan. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian sosial dan kebersamaan menjadi modal penting agar masyarakat tetap aman dan nyaman. BM PAN Karawang akan terus hadir mengawal aspirasi masyarakat serta mendorong pelayanan publik yang semakin baik dan berpihak kepada kepentingan warga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemadaman listrik masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang. Masyarakat berharap adanya penjelasan resmi dan langkah percepatan penanganan sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal serta rasa aman tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat.


+ There are no comments
Add yours