Putih Sari Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong Melalui Program JKN-KIS demi Jaminan Kesehatan Berkelanjutan

4 min read

Bekasi – Komitmen negara dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang digelar di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS sebagai instrumen strategis negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Mengawali sambutannya, Putih Sari menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sosialisasi tersebut.

“Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena pada hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat, penuh semangat, dan dalam suasana silaturahmi yang hangat. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pentingnya perlindungan kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Putih Sari.

Sebagai wakil rakyat yang bertugas di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan, Putih Sari menjelaskan bahwa Program JKN-KIS merupakan salah satu program nasional yang lahir dari semangat menghadirkan keadilan sosial di bidang kesehatan. Program ini diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sebagai badan yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kehadiran JKN-KIS telah membawa perubahan besar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Jika dahulu banyak masyarakat menunda berobat karena khawatir terhadap tingginya biaya pengobatan, kini masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

“JKN-KIS hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dulu banyak orang yang menahan diri untuk berobat karena takut biaya rumah sakit yang mahal. Sekarang negara hadir memberikan perlindungan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau,” jelasnya.

Namun demikian, Putih Sari mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sistem JKN-KIS dibangun di atas prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, dan mereka yang mampu turut membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Program ini berdiri di atas semangat kebersamaan. Kita yang sehat membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan. Inilah wujud nyata gotong royong modern yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Putih Sari menjelaskan bahwa pemerintah saat ini telah memberikan subsidi kesehatan kepada puluhan juta masyarakat yang tergolong kurang mampu. Namun, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk turut berpartisipasi sebagai peserta mandiri.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mendaftar saat membutuhkan layanan kesehatan, tetapi menjaga kepesertaan secara berkelanjutan agar sistem JKN-KIS tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

“Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Semua tentu berharap selalu sehat, tetapi ketika ujian kesehatan datang, kita membutuhkan jaminan yang memberikan kepastian layanan. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kepesertaan JKN-KIS secara berkelanjutan, bukan hanya ketika sedang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Putih Sari juga menyampaikan bahwa pemerintah dan DPR RI terus memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan Program JKN-KIS di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional maupun global. Berbagai upaya terus dilakukan agar program ini tetap dapat berjalan dengan baik tanpa membebani masyarakat.

Menurutnya, stabilitas ekonomi nasional dan semangat gotong royong masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

“Kami di DPR RI bersama pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik agar Program JKN-KIS tetap kuat, berkelanjutan, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena kesehatan adalah investasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung penuh antusias dan interaktif. Masyarakat yang hadir memperoleh berbagai informasi penting terkait mekanisme kepesertaan, manfaat layanan kesehatan, pembaruan data peserta, hingga prosedur pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Putih Sari berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya Program JKN-KIS dan turut berpartisipasi menjaga keberlanjutannya sebagai salah satu program strategis nasional yang menjadi fondasi perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara DPR RI, BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem kesehatan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan demi Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours