BEKASI – Organisasi yang sebelumnya dikenal dengan nama KORLAP kini mempersiapkan perubahan identitas menjadi JBB atau Jati Baru Bersatu. Perubahan tersebut menjadi bagian dari langkah pembenahan sekaligus penguatan organisasi agar semakin solid, terarah, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ketua Umum JBB, Adi Irawan, S.T., mengatakan perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian identitas. Menurutnya, JBB membawa semangat baru untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan, sekaligus mempersolid seluruh barisan agar organisasi memiliki arah perjuangan yang semakin jelas.
“Perubahan nama ini bukan hanya persoalan identitas. Ada semangat untuk memperkuat dan mempersolid barisan, membangun kebersamaan, serta melakukan pembenahan agar organisasi ke depan semakin tertata dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Adi Irawan saat diwawancarai di kediamannya di Kabupaten Bekasi, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain perubahan nama, Adi mengungkapkan bahwa JBB juga tengah melakukan perombakan terhadap susunan pengurus inti. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan penataan internal agar struktur organisasi ke depan dapat diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas, komitmen, loyalitas, serta visi yang sejalan dengan arah perkembangan JBB.
Namun, Adi menegaskan bahwa susunan pengurus inti yang baru belum akan diumumkan dalam waktu dekat. Pengumuman tersebut direncanakan dilakukan setelah seluruh rangkaian Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi selesai dilaksanakan.
“Untuk nama-nama pengurus inti yang baru, nanti akan kami umumkan setelah Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi selesai. Saat ini kami ingin menjaga konsentrasi agar seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan aman, tertib, damai, dan kondusif,” jelasnya.
Menurut Adi, keputusan tersebut juga merupakan bentuk komitmen JBB untuk menjaga posisi organisasi agar tetap mengedepankan ketertiban sosial serta menghormati proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan dalam Pilkades, kata dia, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan masyarakat.
Transformasi KORLAP menjadi JBB diharapkan tidak berhenti pada perubahan nama dan struktur kepengurusan. Lebih jauh, perubahan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun organisasi yang lebih terbuka, komunikatif, aspiratif, serta mampu menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di Kabupaten Bekasi.
Adi menambahkan, kekuatan organisasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota maupun struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persatuan, menjalankan amanah, serta menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat Jati Baru Bersatu, JBB ingin membawa pesan bahwa perubahan organisasi harus berangkat dari semangat persatuan. Identitas baru tersebut diharapkan menjadi energi untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat, memperluas kontribusi sosial, serta menjadikan organisasi sebagai bagian dari masyarakat yang mampu tumbuh bersama dan memberikan manfaat secara nyata.
Transformasi tersebut sekaligus menjadi babak baru perjalanan organisasi di Kabupaten Bekasi. Dengan pembaruan identitas, evaluasi kepengurusan, serta semangat memperkuat barisan, JBB diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang semakin solid, berintegritas, dan konstruktif dalam mengawal kepentingan masyarakat.


+ There are no comments
Add yours