Kabupaten Bekasi — Ketua ALISA “Khadijah” ICMI Kabupaten Bekasi, Punny Lestari, menyampaikan pandangan dan aspirasi konstruktif dalam kegiatan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terkait upaya menjaga kondusifitas wilayah demi mendukung terwujudnya Kabupaten Bekasi yang maju, bangkit, dan sejahtera.
Dalam penyampaiannya, Punny Lestari menegaskan bahwa peran organisasi perempuan dan masyarakat tidak hanya sebatas menjaga harmoni sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian ALISA “Khadijah” ICMI Kabupaten Bekasi adalah pengembangan program urban farming bagi kaum ibu, terutama yang tinggal di kawasan perumahan dengan keterbatasan lahan.
Menurutnya, urban farming bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan keluarga, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami melihat mayoritas ibu-ibu tinggal di lingkungan perumahan dengan lahan terbatas. Namun di tengah keterbatasan tersebut, kami ingin tetap mendorong lahirnya budaya urban farming yang produktif dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan berbagai diskusi dan pendekatan agar program tersebut dapat direalisasikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala administratif maupun teknis yang memerlukan arahan dan dukungan dari berbagai pihak terkait.
Selain itu, ALISA “Khadijah” ICMI Kabupaten Bekasi juga tengah menggagas program Remaja Kreatif sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, khususnya para lulusan sekolah yang sedang berada dalam masa transisi menuju dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Punny Lestari menilai, masa jeda setelah kelulusan sekolah seringkali menjadi periode yang rawan apabila tidak diisi dengan kegiatan positif dan pengembangan keterampilan.
“Kami merasa prihatin ketika melihat para remaja memiliki jeda waktu cukup panjang setelah ujian hingga memasuki perguruan tinggi ataupun pekerjaan. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang pembinaan dan pelatihan keterampilan agar mereka tetap produktif, kreatif, dan memiliki bekal masa depan,” tuturnya.
Program tersebut rencananya akan menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan praktis seperti make up artist (MUA), menjahit, teknik pendingin ruangan (AC), hingga otomotif. Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa ALISA “Khadijah” ICMI Kabupaten Bekasi memiliki jaringan serta mitra yang bergerak di bidang pelatihan kerja dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), sehingga diharapkan program tersebut dapat berkembang menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan.
Meski demikian, pihaknya masih membutuhkan pendampingan dan arahan terkait mekanisme serta regulasi program, termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Punny Lestari berharap adanya ruang komunikasi lanjutan dengan para pemangku kebijakan agar aspirasi dan program pemberdayaan masyarakat yang telah dirancang dapat diwujudkan secara nyata dan terarah.
“Kami berharap setelah kegiatan ini selesai, kami dapat diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan agar program-program pemberdayaan masyarakat yang kami cita-citakan bisa benar-benar terealisasi dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan ormas tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Bekasi.


+ There are no comments
Add yours