Kabupaten Bekasi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun kesadaran hukum, keadilan sosial, serta kemandirian masyarakat.
Direktur LBH ARJUNA, Zuli Zulkipli, S.H., menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang sadar hukum, kritis, dan berdaya dalam memperjuangkan hak-haknya.
Menurutnya, di tengah dinamika sosial dan tantangan ketimpangan akses keadilan, pendidikan harus mampu menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat, berani bersuara, serta mampu memperjuangkan keadilan secara konstitusional,” ujar Zuli Zulkipli.
Ia juga mengajak generasi muda untuk meneladani semangat Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan yang merdeka dan berpihak kepada rakyat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui penguatan literasi hukum, advokasi masyarakat, serta pendampingan terhadap kelompok rentan.
Lebih lanjut, Zuli menegaskan bahwa lembaga bantuan hukum memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan berbasis keadilan, khususnya melalui penyuluhan hukum, edukasi masyarakat, serta pendampingan terhadap warga yang membutuhkan akses keadilan.
“Momentum Hardiknas ini harus menjadi pengingat bahwa keadilan tidak akan terwujud tanpa masyarakat yang terdidik. Oleh karena itu, pendidikan dan kesadaran hukum harus berjalan beriringan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Zuli Zulkipli berharap Hardiknas 2026 dapat menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan di tengah kehidupan bermasyarakat.


+ There are no comments
Add yours