Maknai Hari Pers Nasional, Jayadi Ketua PAMDI Tegaskan Pers Menjaga Marwah dan Demokrasi

2 min read

Bekasi — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam atas perjalanan panjang pers Indonesia dalam mengawal demokrasi, menjaga kebenaran, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu ditegaskan Jayadi, Ketua PAMDI (Persatuan Artis Dangdut Indonesia) yang juga merupakan Insan Pers, dalam pernyataannya memperingati HPN.

Jayadi menilai, Hari Pers Nasional harus dimaknai sebagai pengingat sejarah bahwa pers lahir, tumbuh, dan berkembang bersama denyut perjuangan bangsa. Sejak masa kemerdekaan hingga era digital hari ini, pers selalu berada di garis depan dalam menyuarakan kebenaran dan kepentingan publik.

“HPN adalah momen sakral bagi insan pers untuk bercermin, meneguhkan kembali jati diri, serta memperkuat komitmen bahwa pers hadir untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” ujar Jayadi, Minggu (—).

Menurutnya, pers memiliki peran penting dan strategis dalam berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain berfungsi sebagai penyalur aspirasi masyarakat, pers juga menjadi alat kontrol sosial yang efektif, sarana membangun kesadaran publik, serta media penyimpanan informasi yang cerdas dan kritis di tengah derasnya arus informasi global.

Jayadi menyoroti bahwa penyebarluasan informasi melalui media cetak, elektronik, hingga media daring—baik harian, surat kabar, majalah, televisi, maupun media online—masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam memahami realitas sosial. Karena itu, ia menegaskan, pers tidak boleh kehilangan arah dan keberpihakannya pada kebenaran.

“Di Hari Pers Nasional ini, saya mengajak seluruh insan pers untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang bermutu, berimbang, dan beretika. Pers harus memberi warna dan makna, bukan sekadar sensasi,” tegasnya.

Ia kembali menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan insan pers: independen, profesional, dan berintegritas.
Independen berarti berpihak sepenuhnya pada kebenaran dan kepentingan publik.
Profesional berarti bekerja dengan standar kompetensi, etika jurnalistik, serta memperhatikan aspek ekonomi dan kesejahteraan insan pers.
Sedangkan integritas adalah fondasi moral yang menjaga martabat jurnalis sebagai profesi yang berdiri tegak di atas segala kepentingan.

Menutup pernyataannya, Jayadi menegaskan bahwa semangat HPN harus menjadi energi kolektif bagi pers Indonesia untuk terus berkarya melampaui kepentingan sesaat.

“Teruslah berkarya untuk bangsa, negara, sesama manusia, dan alam semesta. Jika kita bekerja dan berkarya demi kepentingan yang lebih besar dan universal, saya yakin karya-karya pers akan dikenang sepanjang masa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Pers Nasional diharapkan menjadi titik tolak penguatan solidaritas insan pers agar tetap konsisten menjadi penjaga nurani publik, pengawal demokrasi, dan cahaya pencerahan di tengah tantangan zaman.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author