Kabupaten Bekasi — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) dimaknai sebagai momentum muhasabah kebangsaan untuk memperkuat komitmen moral dalam menjaga amanah dan keadilan publik. Hal tersebut disampaikan Hasan Basri (Gus Hasan), Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, dalam refleksinya memperingati HAKORDIA.
Gus Hasan menegaskan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai-nilai agama dan amanah rakyat. Menurutnya, praktik korupsi merusak keadilan sosial serta mencederai prinsip kejujuran dan tanggung jawab yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
“Korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Dalam nilai agama, itu adalah dosa sosial yang dampaknya luas karena merugikan banyak orang,” ujar Gus Hasan.
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, Gus Hasan menekankan bahwa korupsi di sektor pelayanan publik memiliki dampak langsung terhadap masa depan generasi muda dan kelompok rentan.
Ia menilai, pengawasan anggaran dan kebijakan publik di sektor-sektor tersebut harus dilakukan secara sungguh-sungguh, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Setiap rupiah yang seharusnya untuk pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat adalah amanah suci yang tidak boleh disalahgunakan,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Gus Hasan juga menyerukan peran aktif pemuda dalam gerakan antikorupsi. Menurutnya, kader Ansor dan seluruh pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor kejujuran, keteladanan, dan keberanian menolak praktik-praktik kotor di ruang publik.
“Ansor berdiri untuk menjaga agama, bangsa, dan negara. Melawan korupsi adalah bagian dari pengabdian itu—sebuah jihad moral untuk menjaga keadilan dan kemaslahatan bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat—ulama, santri, pemuda, aparatur, dan wakil rakyat—untuk menjadikan HAKORDIA sebagai titik tolak memperkuat etika publik dan spiritualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menutup pernyataannya, Gus Hasan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan sinergi antara penegakan hukum dan penguatan nilai moral serta keimanan.
“Jika hukum ditegakkan dan moral dijaga, insyaallah Bekasi akan menjadi daerah yang adil, makmur, dan diridhai Allah SWT.”


+ There are no comments
Add yours