Memaknai HAKORDIA: Zuli Zulkipli Tekankan Integritas dan Akses Keadilan Sebagai Pilar Negara Hukum

2 min read

Kabupaten Bekasi — Swarajabar.id
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) dimaknai sebagai ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen nasional dalam membangun sistem hukum yang berintegritas serta pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Zuli Zulkipli, S.H., selaku Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ARJUNA, dalam keterangannya memperingati HAKORDIA.

Menurut Zuli Zulkipli, upaya pemberantasan korupsi memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan berimbang, yang tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, edukasi, dan penguatan kesadaran hukum masyarakat.

“Pemberantasan korupsi akan lebih efektif apabila seluruh elemen bangsa dapat berjalan bersama dalam satu irama—pemerintah, aparat penegak hukum, legislatif, dan masyarakat sipil,” ujarnya.

Sebagai Direktur LBH ARJUNA, Zuli menegaskan pentingnya peran bantuan hukum dalam menjembatani kepentingan negara dan masyarakat. LBH, menurutnya, hadir bukan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan negara, melainkan sebagai mitra strategis dalam menjaga agar roda pemerintahan tetap berada pada koridor hukum dan keadilan.

Ia menilai bahwa akses terhadap keadilan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pemberantasan korupsi, karena masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya akan lebih berdaya dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang.

“Ketika masyarakat memiliki literasi hukum yang baik, ruang-ruang penyimpangan dapat ditekan tanpa harus selalu menempuh jalur represif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zuli Zulkipli menyampaikan bahwa perlindungan terhadap masyarakat yang menyampaikan laporan atau informasi terkait dugaan penyimpangan perlu terus diperkuat melalui mekanisme hukum yang transparan dan berkeadilan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi negara tetap terjaga.

Dalam momentum HAKORDIA ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meneguhkan semangat dialog, keterbukaan, dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan tata kelola yang bersih.

Menutup pernyataannya, Zuli Zulkipli menegaskan komitmen LBH ARJUNA untuk terus berperan aktif dalam penguatan kesadaran hukum masyarakat serta mendukung upaya pembangunan sistem hukum yang inklusif dan berintegritas.

“Melawan korupsi adalah tanggung jawab kolektif. Dengan saling memahami peran dan membangun kepercayaan, kita dapat mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan.”

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours