Cikarang Timur – Pagi yang biasanya riuh dengan deru kendaraan dan klakson terasa berbeda, Rabu (24/9). Di tengah padatnya arus lalu lintas, sosok berseragam cokelat dengan senyum ramah tampak berdiri di perlintasan rel kereta api Kojengkang. Dialah Kapolsek Cikarang Timur AKP Sugiharto, SH, yang pagi itu memilih meninggalkan meja kerjanya dan turun langsung mengatur lalu lintas.
Aksi nyata ini merupakan bagian dari Yanmas Pagi (Pelayanan Masyarakat Pagi) Polsek Cikarang Timur. Tidak hanya memberi aba-aba kepada pengendara, Sugiharto juga sesekali membantu seorang nenek menyeberang jalan dan menunduk ramah menyapa siswa sekolah. “Kami bukan hanya penegak hukum. Kami ini pelayan masyarakat. Kalau jalan macet, warga terganggu, itu juga tanggung jawab kami,” ujarnya sembari terus mengatur arus kendaraan.
Kehadirannya di lapangan disambut positif warga. Beberapa pengendara bahkan melambaikan tangan atau mengacungkan jempol. Seorang pedagang di sekitar pertigaan Citarik mengatakan, “Pak Sugiharto itu beda. Dia sering keliling, menyapa, bahkan dengar keluhan kita. Rasanya jadi lebih aman dan diperhatikan.”
Tidak hanya di Kojengkang, jajaran Polsek juga berjaga di pertigaan Pangkalan Pasir, kawasan yang kerap padat karena berdekatan dengan SD dan SMK Binamitra. Dengan koordinasi rapi, mereka memastikan anak-anak sekolah dapat menyeberang dengan aman dan arus lalu lintas tidak tersendat.
Sugiharto menegaskan, pengaturan lalu lintas ini juga bagian dari langkah pencegahan kejahatan jalanan. “Kemacetan sering dimanfaatkan pelaku kriminal. Dengan hadirnya polisi di titik-titik rawan, kita bisa mengurangi potensi itu,” jelasnya.
Langkah humanis ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian bukan sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepedulian. Di Cikarang Timur, sosok AKP Sugiharto menjadi contoh bahwa seorang Kapolsek bisa menjadi bagian dari denyut kehidupan warganya — hadir, mendengar, dan bertindak dengan hati.


+ There are no comments
Add yours