BAPENDA Karawang di Garda Depan: Taat Pajak Bukti Cinta Masyarakat pada Pembangunan Daerah

3 min read

KARAWANG – Swarajabar.id

Pembangunan daerah tidak mungkin berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Dan di antara partisipasi paling nyata itu adalah kesadaran membayar pajak. Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Karawang kini tampil di garis depan sebagai penggerak kesadaran pajak dan motor utama dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Sepanjang Juli 2025, BAPENDA Karawang menggelar Operasi Gabungan Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Operasi ini bukan semata razia, tapi menjadi langkah edukatif dan solutif untuk menggugah kesadaran masyarakat: taat pajak adalah wujud cinta terhadap Karawang dan masa depannya.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Polres Karawang, Subdenpom III/3-1, Pusat P3DW Karawang, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, hingga Bank BJB Cabang Karawang. Lokasi penertiban tersebar di empat titik strategis, yakni Telagasari, Klari, Alun-Alun Karawang, dan terakhir di depan Ramayana Karawang.

Kepala Tim Pemeriksa Pajak BAPENDA Karawang, Entin Nurhayati, menyebutkan bahwa kegiatan ini sekaligus mendukung program pemutihan pajak kendaraan bermotor dari Penjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

> “Kami hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga mengedukasi. Kami ingin masyarakat sadar, bahwa ketika mereka membayar pajak, mereka sedang ikut membangun jalan yang mereka lewati, jembatan yang mereka gunakan, dan fasilitas publik yang mereka nikmati,” tegas Entin, Rabu (23/7/2025).

Data Kendaraan Terjaring Operasi Juli 2025:

Minggu I: Roda dua 107 unit, roda empat 54 unit

Minggu II: Roda dua 61 unit, roda empat 25 unit

Minggu III: Roda dua 134 unit, roda empat 76 unit

Minggu IV: Roda dua 26 unit, roda empat 15 unit

Total Potensi Penerimaan Pajak: ± Rp50.354.300

Yang menarik, dari seluruh kendaraan yang terjaring, tidak hanya milik warga, tetapi juga ada beberapa kendaraan dinas milik Pemkab Karawang yang tercatat belum melunasi pajak. Meskipun begitu, Entin menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan karena kelalaian bertahun-tahun, melainkan karena penyesuaian anggaran tahun berjalan.

Dalam setiap lokasi razia, BAPENDA menyediakan mobil layanan Samsat Keliling, yang memungkinkan wajib pajak untuk langsung membayar tanpa harus datang ke kantor Samsat.

> “Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tugas kami bukan hanya menarik pajak, tetapi membangun kepercayaan publik, bahwa setiap rupiah yang mereka setor akan kembali dalam bentuk pembangunan nyata,” imbuhnya.

Peran Sentral BAPENDA: Dari Pajak Menuju Pembangunan

Sebagai institusi pengelola pendapatan daerah, BAPENDA Karawang memainkan peran vital dalam memastikan roda pembangunan tetap bergerak. Setiap kegiatan, mulai dari pelayanan hingga penertiban, dirancang untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa membayar pajak adalah tanggung jawab sosial dan bentuk cinta kepada tanah kelahiran.

Melalui langkah konkret seperti operasi gabungan ini, BAPENDA bukan hanya memungut pajak, tapi membangun budaya tertib administrasi, memperluas literasi pajak, dan mendorong kemandirian fiskal daerah.

Ayo, Jadilah Bagian dari Perubahan!

Karawang butuh dukungan nyata dari warganya. Mulailah dari hal sederhana: taat bayar pajak tepat waktu. Karena pajak hari ini adalah jalan mulus esok hari. Pajak hari ini adalah sekolah anak-anak kita. Pajak hari ini adalah bukti bahwa kita peduli.

Taat pajak, tanda cinta untuk Karawang. Bersama BAPENDA, kita bangun daerah dengan semangat gotong royong.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author