Ketua Paguyuban Sundawani Karawang Beserta Masyarakat Karawang Kecam Dugaan Pelecehan terhadap Suku Sunda

3 min read

 

Karawang, Swara Jabar – Ketua Paguyuban Sundawani Kabupaten Karawang, H. Ranzes Iman Sudirman, mengecam keras dugaan pelecehan terhadap suku Sunda yang dilakukan oleh salah satu oknum karyawan Bank Bukopin Bandung. Suku Sunda, yang merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia, disebut-sebut mengalami penghinaan yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama masyarakat Sunda di Karawang.

Dalam pernyataannya di kediamannya di Kabupaten Karawang, H. Ranzes menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila tidak ada permintaan maaf dari pihak terkait. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk mengerahkan seluruh anggota Sundawani di Kabupaten Karawang guna mendatangi kantor bank tempat oknum tersebut bekerja.

“Kami Sundawani Karawang merasa terpukul dengan adanya kejadian ini. Kami meminta sikap tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap H. Ranzes.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada klarifikasi dan langkah tegas terhadap pihak yang diduga melakukan pelecehan. H. Ranzes juga meminta agar Bank Bukopin Bandung segera memberikan penjelasan resmi dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. “Ini bukan hanya persoalan individu, melainkan menyangkut harga diri dan martabat suku Sunda secara keseluruhan,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, masyarakat Sunda di Karawang juga turut menyuarakan kekecewaannya. Beberapa kelompok masyarakat bahkan mulai menggalang dukungan untuk melakukan aksi protes jika tidak ada tindakan lanjutan dari pihak bank. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Suku Sunda harus dihormati dan tidak boleh dijadikan bahan pelecehan,” ujar salah satu warga Karawang yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank Bukopin Bandung terkait pernyataan Ketua Sundawani Karawang. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa pihak bank sedang melakukan investigasi internal untuk memverifikasi kebenaran dugaan tersebut. “Kami akan memberikan klarifikasi secepatnya setelah proses investigasi selesai,” ujar sumber tersebut.

Kasus ini juga menarik perhatian berbagai organisasi masyarakat Sunda di Jawa Barat. Beberapa di antaranya telah menyatakan dukungan terhadap Paguyuban Sundawani Karawang dan siap bergerak bersama jika tidak ada penyelesaian yang memuaskan. “Kami mendesak agar kasus ini tidak dianggap sepele. Pelecehan terhadap suku atau etnis mana pun tidak bisa dibiarkan,” kata perwakilan dari salah satu organisasi masyarakat Sunda di Bandung.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Sosial juga turut memantau perkembangan kasus ini. Kepala Dinas Sosial Karawang, Drs. Asep Saepudin, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi dialog antara Paguyuban Sundawani dan Bank Bukopin untuk mencegah eskalasi konflik. “Kami berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan melalui jalur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Karawang, H. Dadang Hermawan, mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan menunggu proses hukum berjalan. “Kami percaya bahwa aparat penegak hukum akan bertindak adil. Mari kita jaga kondusivitas di Karawang,” pesannya.

Kasus dugaan pelecehan terhadap suku Sunda ini diharapkan dapat diselesaikan dengan bijak dan memberikan pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai keberagaman budaya di Indonesia.

 

 

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours