Bekasi – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Ahmad Saepudin, S.E., menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia. Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, tetapi penjaga peradaban yang membentuk karakter bangsa, memperkuat nasionalisme, dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Sebagai legislator yang bermitra dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Ahmad Saepudin menegaskan bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
“Guru adalah pelita negeri. Mereka menanamkan karakter, akhlak, dan rasa cinta tanah air dalam diri anak bangsa. Ada ungkapan Arab, Wakulluha yalzamu ba’dahu shilah ‘ala dhomirin laiqin muaytamilah—segala sesuatu ada washilahnya. Dan seluruh keberhasilan kita hari ini adalah washilah guru,” ungkapnya.
Guru sebagai Penanam Nasionalisme dan Karakter Kebangsaan
Ahmad Saepudin menekankan bahwa tantangan zaman menuntut generasi muda memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar tidak terombang-ambing oleh pengaruh negatif globalisasi. Guru, menurutnya, memiliki peran vital dalam membangkitkan jiwa nasionalisme melalui pembelajaran yang menyentuh nilai-nilai kebangsaan.
“Nasionalisme itu harus ditanamkan sejak di bangku sekolah. Guru hadir sebagai penjaga jati diri bangsa, agar generasi muda tetap mencintai tanah airnya, bangga menjadi Indonesia, dan siap menjaga persatuan,” ujarnya.
Dukungan terhadap Program Astacita Presiden RI dan Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan itu, Ahmad Saepudin juga menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Astacita Presiden Republik Indonesia, yang menjadi arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai bahwa program tersebut selaras dengan kebutuhan daerah, termasuk dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi unggul.
Salah satu program yang sangat ia soroti adalah Sekolah Rakyat, program untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari berbagai lapisan sosial.
“Program Astacita dan Sekolah Rakyat merupakan langkah besar Presiden dalam membangun SDM unggul dan merata. Ini adalah momentum kita memperkuat kembali peran guru dan ekosistem pendidikan agar benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat,” tegasnya.
Sinergi Komisi IV untuk Pendidikan yang Lebih Humanis
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi berbagai urusan publik, Ahmad Saepudin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan yang kuat.
“Pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Ia berhubungan dengan kesehatan, kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan, hingga perlindungan perempuan dan anak. Karena itu Komisi IV mendorong sinergi menyeluruh agar pendidikan kita benar-benar humanis dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ajakan untuk Menghormati Guru dan Menguatkan Karakter Bangsa
Di akhir pernyataannya, Ahmad Saepudin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Hari Guru Nasional sebagai momentum memperkuat penghormatan terhadap guru serta meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan berkualitas.
“Mari kita hormati guru, kita rawat ajarannya, dan kita wujudkan nilai-nilai kebangsaan yang mereka tanamkan. Dengan cinta tanah air, semangat belajar, dan penghormatan kepada guru, kita bisa membentuk generasi masa depan yang berkarakter kuat dan siap membawa Indonesia menjadi negara maju,” tutupnya.


+ There are no comments
Add yours