Tanjungbaru, Cikarang Timur – 21 Juli 2025
Inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan kini bisa sejalan dengan kreativitas dan peluang ekonomi. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Bank Sampah MPB bekerja sama dengan Rumah Zakat, melalui sebuah program pelatihan unik bertajuk “Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat TikTok” yang digelar di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Eka Dewi Rahayu, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, sebagai bagian dari gerakan edukatif yang mendorong masyarakat—khususnya para ibu rumah tangga—untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dari rumah.
Kreatif, Peduli, dan Melek Digital
Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga diajarkan bagaimana mengolah limbah rumah tangga, seperti potongan kain atau pakaian bekas, menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual tinggi, seperti tas, dompet, hingga aksesoris fashion ramah lingkungan.
Yang menarik, pelatihan ini tidak berhenti di proses produksi saja. Peserta juga dibekali ilmu pemasaran digital melalui siaran langsung di TikTok, platform media sosial yang kini digandrungi masyarakat dari berbagai usia.
> “Selama ini ibu-ibu banyak yang main TikTok hanya untuk hiburan. Lewat pelatihan ini, mereka diajak untuk produktif: bisa menghasilkan uang, bisa bantu kelola sampah, dan bisa menginspirasi lingkungan sekitar,” ujar Ibu Eka, sang inisiator kegiatan.
Belajar Langsung dari Praktisi Sukses
Untuk memperkuat materi, hadir pula Tatang dari Bank Sampah MPB yang berbagi tentang pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah di lingkungan rumah dan kampung. Sementara itu, M. Yadi, pemuda lokal yang telah sukses berjualan melalui TikTok Affiliate, memberikan tips praktis kepada peserta tentang bagaimana menjual produk kreatif secara efektif.

> “Yang penting bukan cuma jual barang, tapi jual cerita di balik produk itu. Produk hasil daur ulang, apalagi buatan tangan, justru punya nilai unik dan lebih menarik di TikTok,” ungkap Yadi.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Pelatihan ini menjadi awal dari rangkaian program pemberdayaan berkelanjutan yang akan terus dikembangkan oleh Bank Sampah MPB bersama Rumah Zakat dan relawan lokal. Tujuannya tidak hanya mengurangi sampah di lingkungan, tapi juga memberdayakan perempuan, membuka peluang usaha, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan digital di tengah masyarakat.
Kepala Desa Tanjungbaru, tokoh masyarakat, hingga pegiat lingkungan di wilayah Cikarang Timur menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar semangat kreatif serta kepedulian lingkungan yang telah ditanamkan bisa menyebar lebih luas ke desa-desa lainnya.
> “Jangan pernah remehkan langkah kecil dari rumah. Dari kain bekas, dari ide sederhana, dan dari ponsel pintar, kita bisa menciptakan perubahan besar. TikTok bukan cuma tempat joget, tapi ladang peluang ekonomi dan gerakan sosial,” tutup Ibu Eka penuh semangat.
—
Lewat kreativitas dan keberanian mencoba hal baru, kini sampah tak lagi dipandang sebelah mata—melainkan sebagai pintu masuk menuju masa depan yang lebih bersih, berdaya, dan sejahtera. Mari kita ubah cara pandang terhadap sampah: bukan masalah, tapi solusi yang bisa jadi sumber penghasilan!


+ There are no comments
Add yours