Jakarta – Swarajabar.id
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berisiko terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 29 April hingga 2 Mei 2025. Fenomena ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu gelombang setinggi 1,25 hingga lebih dari 4 meter di beberapa wilayah laut nasional.
Menurut rilis resmi BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi meliputi Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Arafuru bagian selatan, serta Perairan Selatan Banten hingga Sumba. Beberapa perairan timur Indonesia juga masuk dalam kategori waspada, seperti Perairan Kepulauan Sermata–Leti dan Laut Banda.
“Gelombang tinggi dapat berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, maupun kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar. Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat pesisir serta seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Tak hanya pelaku transportasi laut, nelayan tradisional yang menggantungkan mata pencaharian di laut juga diminta berhati-hati dan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG atau Posko Cuaca setempat.
Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini, BMKG menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah daerah, operator pelabuhan, maupun masyarakat pesisir, guna mencegah potensi kerugian dan kecelakaan laut. Warga diminta untuk tidak memaksakan pelayaran jika gelombang laut berada dalam kategori berbahaya.
Gelombang tinggi yang dipicu oleh pola angin musiman ini menjadi peringatan penting di tengah peralihan musim menuju kemarau. BMKG menyarankan masyarakat untuk terus waspada terhadap perubahan iklim dan tetap menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas di laut.
Untuk informasi lebih lanjut, pantau selalu pembaruan cuaca harian dari BMKG melalui aplikasi resmi, media sosial, dan situs bmkg.go.id.

