Bekasi, Swarajabar.id – Pemandangan memilukan sekaligus memalukan kembali terjadi di Kota Bekasi. Kali Sasak Kapuk, yang menyimpan jejak sejarah perjuangan kemerdekaan, kini tercoreng oleh tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang aliran air Jalan Pejuang, Medan Satria.
Ketua DPD Lembaga Peduli Lingkungan Hidup dan Kesehatan (LPLHK) Kota Bekasi, Arfan, menyuarakan kegeraman mendalam saat melewati lokasi tersebut, Selasa (29/4/2025). Limbah plastik, styrofoam, dan sisa industri berserakan dan mencemari lingkungan. Dugaan kuat mengarah pada pelaku industri yang tidak bertanggung jawab di sekitar bantaran kali.
“Ini bukan kali pertama. Dulu sudah kami laporkan, sudah dibersihkan oleh UPTD Lingkungan Hidup, tapi sekarang terjadi lagi. Ini sudah keterlaluan. Bila nanti terbukti siapa pelakunya, kami akan seret ke ranah hukum. Tidak ada kompromi,” tegas Arfan dengan nada penuh penekanan.

Kali Sasak Kapuk bukan sekadar saluran air. Ini adalah saksi bisu perjuangan pasukan KH. Noer Ali yang bertempur melawan Belanda tahun 1945. Mencemari aliran ini bukan hanya melanggar hukum lingkungan, tapi juga menodai warisan sejarah bangsa.
“Lokasi ini sakral. Tapi hari ini, sakralitasnya diinjak-injak oleh keserakahan industri. Ini bukan sekadar masalah sampah, ini penghinaan terhadap nilai perjuangan dan hak rakyat atas lingkungan bersih,” lanjutnya.
LPLHK Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat agar tidak tinggal diam. Arfan meminta tindakan nyata, bukan hanya bersih-bersih musiman, melainkan investigasi menyeluruh dan penindakan hukum tegas tanpa tebang pilih.
“Berhenti tutup mata. Jangan biarkan oknum industri berlindung di balik jabatan atau izin usaha. Siapa pun yang mencemari lingkungan harus dihukum — hari ini juga, bukan besok,” tandas Arfan.
LPLHK juga mengajak masyarakat bangkit dari diam. Arfan menyerukan kepada warga untuk aktif melaporkan jika menemukan tumpukan sampah liar, terutama di bantaran kali dan wilayah resapan air. “Laporkan! Kami siap turun, dan kami tidak akan tinggal diam. Bekasi bukan tempat sampah bagi kepentingan industri rakus!” tegasnya.
—
Ayo Bekasi, Saatnya Bertindak!
Jangan biarkan lingkungan kita dikuasai limbah. Suarakan, laporkan, dan awasi. Hanya dengan keberanian kolektif, kita bisa selamatkan kota dari kehancuran ekologis.
Jaga lingkungan, jaga warisan sejarah, dan jaga masa depan!

