Kabupaten Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dimulai dari pembangunan keluarga sebagai pondasi utama lahirnya sumber daya manusia yang unggul. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Sosialisasi Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yang digelar di Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat (10/7/2026).

Dalam pemaparannya, Putih Sari mengajak masyarakat untuk kembali memahami makna besar Program Bangga Kencana yang selama ini identik hanya dengan program keluarga berencana atau penggunaan alat kontrasepsi. Menurutnya, paradigma tersebut kini telah berkembang menjadi sebuah gerakan nasional yang menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia akan segera memasuki usia kemerdekaan yang ke-delapan puluh satu. Memasuki babak baru pembangunan nasional tersebut, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan keluarga karena keluarga merupakan tempat pertama terbentuknya karakter, nilai moral, pendidikan, kesehatan, serta kualitas generasi penerus bangsa.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Dari keluargalah lahir generasi yang kelak menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, membangun keluarga sama artinya dengan membangun masa depan bangsa,” ujar Putih Sari.
Ia mengatakan, tema “Berencana Itu Keren” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan kepada seluruh masyarakat agar membiasakan diri merencanakan kehidupan secara matang, mulai dari perencanaan membangun rumah tangga, merencanakan jumlah anak, mengatur jarak kelahiran, hingga mempersiapkan pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak-anak secara bertanggung jawab.
Menurutnya, setiap keluarga perlu memiliki visi jangka panjang agar mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.
Putih Sari juga menekankan pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Ia mengingatkan bahwa fungsi reproduksi merupakan anugerah yang harus dijaga dengan baik sehingga setiap kelahiran benar-benar dipersiapkan secara fisik, mental, ekonomi, dan sosial.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana tidak semata-mata membahas penggunaan alat kontrasepsi sebagaimana masih dipahami sebagian masyarakat. Program ini mencakup edukasi mengenai perencanaan kehidupan keluarga, pendewasaan usia perkawinan, pengaturan jarak kelahiran, peningkatan kualitas pengasuhan anak, kesehatan ibu dan anak, hingga pembangunan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera.
“Pemerintah tetap menganjurkan keluarga dengan dua anak sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang lebih sehat dan berkualitas. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap anak mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan, serta pelayanan kesehatan yang optimal,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putih Sari juga mengingatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Berdasarkan perkembangan data kependudukan, jumlah penduduk Indonesia kini telah mencapai sekitar dua ratus delapan puluh delapan juta jiwa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan besar terhadap kebutuhan pangan, perumahan, lapangan pekerjaan, fasilitas kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga ruang terbuka dan lingkungan hidup.
“Pertumbuhan jumlah penduduk tentu merupakan potensi besar apabila kualitas manusianya terus meningkat. Namun apabila tidak dipersiapkan dengan baik, maka tantangan pembangunan juga akan semakin kompleks. Karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa setiap anak memang membawa rezekinya masing-masing, namun sebagai orang tua, masyarakat tetap memiliki tanggung jawab untuk merencanakan kehidupan keluarga dengan bijaksana agar mampu memberikan pendidikan terbaik, gizi yang cukup, pelayanan kesehatan, serta lingkungan tumbuh kembang yang baik bagi anak-anak.
Melalui sosialisasi tersebut, Putih Sari berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan Program Bangga Kencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun BKKBN, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, harmonis, dan berkualitas.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Indonesia Emas Tahun Dua Ribu Empat Puluh Lima, yaitu Indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu menjadi salah satu kekuatan besar dunia melalui kualitas sumber daya manusia yang unggul.


+ There are no comments
Add yours