Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Jabar Luncurkan Sembilan Inovasi Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

4 min read

Bandung – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia terus diperkuat oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis inovasi, Polda Jabar menghadirkan sembilan program unggulan ketahanan pangan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta mendorong kesejahteraan petani di berbagai daerah di Jawa Barat.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian yang menjadi fondasi ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Fadly Samad, menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, hingga kelompok tani.

“Polda Jawa Barat tidak hanya hadir sebagai penggerak, tetapi juga sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai pihak untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraannya,” ujar Fadly Samad didampingi Kabagbinkar Condro Sasongko, Selasa (9/6/2026).

Salah satu inovasi unggulan yang menjadi perhatian adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Himbara bagi petani binaan Polda Jabar. Melalui kerja sama dengan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara, petani memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau untuk memperkuat modal usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas pengembangan usaha pertanian mereka.

Selain itu, hadir pula program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen, sebuah skema pembiayaan yang disalurkan melalui koperasi Polri dengan sistem pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi petani agar terhindar dari praktik pinjaman berbunga tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan usaha pertanian.

“Melalui akses permodalan yang aman, mudah, dan tidak memberatkan, petani dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” tambah Fadly.

Polda Jabar juga menggulirkan program Gotong Royong Bhayangkara, sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui program ini, petani mendapatkan dukungan berupa bantuan modal usaha, benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan sosial yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani.

Di sektor pemanfaatan lahan, Polda Jabar menghadirkan inovasi Pinjam Manfaat Lahan Presisi melalui kerja sama dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan negara. Program ini membuka peluang pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk ditanami jagung oleh petani binaan, sehingga mampu meningkatkan luas tanam sekaligus mendongkrak produksi pangan daerah.

Komitmen terhadap pengembangan teknologi pertanian juga diwujudkan melalui kerja sama dengan kalangan akademisi. Bersama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Polda Jabar mengembangkan program Benih Kurama, yaitu riset dan pengembangan benih unggul jagung yang saat ini masih dalam tahap uji coba menuju sertifikasi resmi.

Menurut Fadly, keterlibatan perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam menciptakan inovasi pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi serta berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada proses budidaya, perhatian juga diberikan pada tahapan pascapanen melalui inovasi Solar Drayer Home Presisi, alat pengering jagung bertenaga surya hasil kolaborasi dengan mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Teknologi ramah lingkungan ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini menjadi tantangan bagi petani.

Sementara itu, konsep pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui program Zero Waste Presisi, yang memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media tanam dan bahan baku pupuk organik. Inovasi ini tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik melalui pengurangan volume limbah domestik.

Polda Jabar juga terus mendorong diversifikasi pangan melalui program Penanaman Uwi di Lahan PTPN serta pengembangan Pupuk Organik Pak Bhabin, yang dibuat dari campuran kotoran kerbau, abu vulkanik, sekam padi, dan molase. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran dalam mendukung gerakan ketahanan pangan, Polda Jabar juga menggelar Lomba Ketahanan Pangan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 yang mulai berlangsung pada 10 Juni 2026. Kompetisi bertema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” tersebut akan diikuti seluruh Polres, Polresta, dan Polrestabes di wilayah hukum Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menghadirkan berbagai terobosan baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Harapan kami, sembilan inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi model pemberdayaan pertanian yang berkelanjutan. Ketika petani semakin sejahtera, produksi pangan meningkat, dan kemandirian pertanian tumbuh, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tutup Kombes Pol Fadly Samad.

Program yang diinisiasi Polda Jawa Barat ini menjadi contoh bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan nyata kepada petani. Dengan mempertemukan kekuatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan langkah konkret yang sedang diwujudkan bersama.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours