Polri Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Optimalkan Lahan 50 Hektare di Deltamas Bekasi

2 min read

Kabupaten Bekasi — Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui kegiatan monitoring pengolahan lahan pertanian yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Metro Jaya di kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Elia Umboh, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek Iptu Noto Aksoro serta personel Unit Lalu Lintas. Monitoring ini merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya pada Kluster 3 yang difokuskan pada pengembangan komoditas jagung pipil.

Dalam pelaksanaannya, jajaran kepolisian melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengolahan lahan seluas kurang lebih 50 hektare yang berada di kawasan Kampung Tembong Gunung. Lahan tersebut secara bertahap dikembangkan untuk mendukung produksi jagung sebagai salah satu komoditas penting dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat.

Hingga saat ini, progres pengolahan lahan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sekitar 10 hektare lahan telah berhasil ditanami jagung pipil, sementara 5 hektare lainnya telah memasuki tahap siap tanam. Adapun sisa 35 hektare masih dalam proses pengolahan secara bertahap. Kegiatan ini melibatkan tujuh tenaga kerja yang dipimpin oleh seorang koordinator lapangan, dengan pembagian tugas yang terstruktur mulai dari pendangiran, pembersihan gulma, hingga pemupukan menggunakan pupuk urea.

Kapolsek Cikarang Pusat dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri dalam membantu memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen di lapangan,” ujarnya.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya adalah keterbatasan jumlah tenaga petani, minimnya dukungan peralatan, serta faktor cuaca yang masih didominasi curah hujan tinggi sehingga berdampak pada optimalisasi , proses pengolahan lahan.

Meski menghadapi tantangan tersebut, semangat kolaborasi antara aparat kepolisian dan para pekerja lapangan tetap terjaga. Diharapkan, dengan dukungan berbagai pihak, program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Langkah konkret yang dilakukan Polda Metro Jaya ini menjadi cerminan bahwa upaya menjaga kedaulatan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif, Polri hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat menuju masa depan yang lebih mandiri dan berketahanan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours