Bekasi – Ketua Umum Gada Sakti Nusantara (GANAS), Brian Shakti, kembali menegaskan sikap tegas terhadap dugaan penguasaan lahan saluran air tersier oleh PT Simojoyo. Ia mendesak Perum Jasa Tirta II (PJT II) segera mengambil langkah konkret dan terbuka atas laporan yang telah dilayangkan sebelumnya.
Brian menyatakan, apabila masih terjadi pembiaran tanpa tindakan tegas, dirinya bersama warga lingkungan Kp. Ceger Gang Panjul RT 01/03 dan RT 02/02 akan menggelar aksi demonstrasi damai ke kantor PJT II. Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk penyampaian aspirasi konstitusional yang dijamin undang-undang, sekaligus desakan agar negara hadir melindungi hak-hak warga atas lingkungan yang aman dan bebas dari dampak pembangunan yang merugikan.
Ia mengungkapkan, puluhan tahun warga lahir dan besar di Kp Ceger Gang Panjul tanpa pernah mengalami banjir. Namun sejak adanya pembangunan oleh pihak perusahaan tersebut, wilayah itu sudah beberapa kali terdampak banjir sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Kondisi ini menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat yang merasa perubahan tata air dan aliran drainase diduga menjadi penyebab utama.
“Ini bukan semata persoalan administratif. Ini menyangkut keselamatan lingkungan dan hak hidup warga. Kalau saluran air tersier terganggu atau menyempit, dampaknya nyata: banjir datang, aktivitas lumpuh, dan masyarakat yang menanggung akibatnya,” tegas Brian.
GANAS mendesak PJT II segera melakukan verifikasi lapangan bersama warga, membuka hasilnya ke publik, serta mengambil langkah penertiban apabila ditemukan pelanggaran. Warga, lanjutnya, tidak menginginkan konflik, namun menuntut kejelasan dan tanggung jawab. “Aksi damai adalah pilihan terakhir. Kami ingin solusi, bukan polemik. Tapi negara tidak boleh diam jika rakyatnya terdampak,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours